Corona Sumbar
Mahyeldi Sindir Pusat yang Anggap Padang Zona Merah Covid-19: Banyak yang Gagal Paham
Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional menyebut Kota Padang kini masuk sebagai zona merah Covid-19.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional menyebut Kota Padang kini masuk sebagai zona merah Covid-19.
Kota Padang satu-satunya daerah di Sumbar masuk sebagai 32 kabupaten dan kota di Indonesia yang zona merah, sebagaimana dirilis pada Selasa (25/8/2020).
Wali Kota Padang, Mahyeldi menyindir pemerintah pusat dan dinilai gagal paham soal penetapan Kota Padang sebagai zona merah.
• Ketua DPRD Payakumbuh Positif Corona Sepulang dari Jakarta, Kini Isolasi Mandiri di Rumah Dinas
Dikatakannya, berdasarkan rilis Satgas Covid-19 Sumbar, saat ini Padang masih tergolong zona orange.
Tetapi menurut Satgas Nasional, justru merilis Padang berstatus zona resiko tinggi penyebaran Covid-19 atau zona merah.
Menurutnya, hal tersebut perlu dianalisa lebih lanjut.
"Saya lihat ini pusat kurang menghargai apa yang dilakukan daerah untuk maksimal dalam tracing," ungkap Mahyeldi.
• 10 Dokter Positif Corona, IGD dan Poliklinik RSUD Pasaman Barat Ditutup Sementara
Menurut penuturan para ahli, sebut Mahyeldi, banyak yang gagal paham mengenai peningkatan kasus positif.
Ketika banyak kasus itu dikatakan sudah tak terkendali dan bukan hasil kerjanya yang dinilai.
Padahal, kata dia, Kota Padang telah serius dalam menangani Covid-19 dengan tracing yang dilakukan.
"Jangan katakan daerah yang sedikit kasus itu tidak ada. Lihat kerjaannya, evaluasi kinerjanya."
"Berapa sampel yang dikirimnya? Justru, kita sudah puluhan ribu sampel yang kita kirim," terang Mahyeldi.
• Jumlah Kasus Corona Padang Meningkat Sampai Disebut Zona Merah, Ini Penjelasan Wako Mahyeldi
Ia mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan protes ke pusat.
"Biar saja, itu tidak apa-apa, namun perlu diluruskan. Saya harap tim kita berdiskusi dengan pusat untuk melihat dan mengevaluasi itu," ucap Mahyeldi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/wako-mahyeldi-saat-diwawancara-awak-media-sabtu-2982020.jpg)