VIRAL Anak Petani di Agam Naik Bukit Cari Sinyal Demi Wisuda Virtual, Sang Ayah Ikut Bangga

Dampak pandemi Covid-19, aktivitas di dunia pendidikan banyak yang dijalankan secara online, termasuk prosesi wi

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.PRIBADI
Ahmad Krismon (22), seorang wisudawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat baru-baru ini saat mengikuti wisuda secara virtual, yang langsung didamping sang ayah beserta anggota keluarga lainnya. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dampak pandemi Covid-19, aktivitas di dunia pendidikan banyak yang diadakan secara online, termasuk prosesi wisuda sarjana lulusan perguruan tinggi.

Wisuda hanya dilakukan secara virtual seperti yang dialami seorang wisudawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) baru-baru ini.

Berbeda dengan wisudawan lainnya, Ahmad Krismon (22) justru menempuh jalan 2 kilometer/KM menuju perbukitan untuk mendapatkan akses internet.

Ke lokasi, Ahmad Krismon mengendarai sepeda motor, kemudian jalan kaki sekitar 200 meter naik ke atas bukit.

Hal itu terpaksa dilakukan karena jaringan internet di kampungnya tak sebagus di kota.

Bahkan dia mengaku, sinyal internet tidak terjangkau di rumahnya.

Unand Wisuda 1349 Lulusan, Sarjana Peternakan Terbanyak hingga 161 Orang

Saksikan! Sunset dari Puncak Bukit Gado-gado Kota Padang, Berwisata Menikmati Panorama Alam

Momon panggilan akrab Ahmad Krismon bisa mendapatkan sinyal di Sungai Betung, Nagari atau Desa Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar.

Pemuda asal Agam ini menyebut ayahnya mendengar arahan panitia dari layar handphone/HP, kemudian memindahkan tali toga sebagai tanda dia resmi menyandang gelar Diploma.

"Saya merasa terharu. Tidak menyangka ayah yang memindahkan tali toga acara wisuda," kata Momon saat dihubungi, Jumat (28/8/2020).

Momon mengaku bangga terhadap sang ayah, begitupun sang ayah merasakan hal yang sama.

Seusai wisuda, ia bercerita ayahnya sempat bertutur kepadanya bahwa sang ayah turut bangga atas pencapaian studinya.

Meski hanya berprofesi sebagai petani, sang ayah tetap berjuang sekuat tenaga untuk biaya pendidikannya. 

"Semua keluarga hadir. Wisuda ini penting banget bagi saya, karena jarang dan cuma sekali," terang Momon.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved