Internasional

Terkait UEA-Israel Normalisasi Hubungan, Otoritas Palestina Tarik Duta Besar

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyambut baik "hari bersejarah" pada Kamis tersebut, setelah pengumuman kesepakatan yang dijembatani Ameri

Editor: Emil Mahmud
KOMPAS.com/Arum Sutrisni Putri
Ilustrasi: Tangkapan layar dari Google Maps. Wilayah negara Palestina yang dianggap batas-batas yang disengketakan ditandai dengan garis abu-abu putus-putus 

TRIBUNPADANG.COM - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menyambut baik "hari bersejarah" pada Kamis tersebut, setelah pengumuman kesepakatan yang dijembatani Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi hubungan antara negara Yahudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Menormalisasi hubungan dengan Israel merupakan langkah berani Negara UEA sebagai solusi konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

"Sebagian besar negara akan melihat ini sebagai langkah berani untuk mengamankan solusi dua negara (Israel-Palestina), memberikan waktu untuk negosiasi," kata Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash pada konferensi pers, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (13/8/2020).

Ditanya kapan kedua negara akan membuka kedutaan, dia mengatakan tidak ingin berspekulasi mengenai jangka waktu, "tapi ini pasti bukan waktu yang lama".

Dua Perwira Irak Dikabarkan Tewas, Diduga Akibat Serangan Pesawat Nirawak Milik Turki

Malapetaka! Barcelona Dipermalukan Bayern Muenchen, Quique Setien,Dibikin Frustrasi

Kesepakatan penting yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump setelah adanya penandatanganan perjanjian perdamaian, yang akan menjadikan UEA hanya negara ketiga di dunia Arab yang memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel.

Netanyahu menyampaikan pidato tentang perjanjian itu pada pukul 20.00 waktu setempat.

Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, menyebut perjanjian itu "penting dan signifikan".

"Saya menyerukan kepada negara-negara Arab lainnya untuk meningkatkan hubungan diplomatik dalam perjanjian perdamaian tambahan," katanya.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Israel telah setuju "untuk menangguhkan" rencana untuk mencaplok permukiman Yahudi dan wilayah lain di Tepi Barat yang diduduki, menurut pernyataan bersama dari AS, UEA dan Israel yang diunggah oleh Trump di Twitter.

Juru bicara Hamas, Hazem Qasem kepada AFP, menyebutkan pihaknya beserta pemimpin Islam di Jalur Gaza  (Hamas) menolak perjanjian tersebut.

Para pemimpin Islam di Jalur Gaza, Hamas, pada Kamis menolak perjanjian bersejarah antara Israel dan UEA dengan mengatakan itu tidak melayani kepentingan Palestina.

Palestina kutuk perjanjian damai UEA-Israel

Otoritas Palestina menarik duta besar (Dubes) negaranya dari Uni Emirat Arab ( UEA) sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan damai untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Palestina Bereaksi Wilayah Dihapus di Peta Online, Ancam Tuntut Apple dan Google

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al Maliki mengatakan hal itu sesuai dengan permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

“Sesuai permintaan Presiden, Kementerian Luar Negeri Palestina menarik duta besar dari UEA,” kata Al Maliki sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor, Jumat (14/8/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved