Breaking News:

Berita Agam Hari Ini

BKSDA Resor Agam Pasang Kamera, Intai Binatang yang Menerkam Kambing Milik Warga

Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat (Sumbar) memasang kamera trap terhadap Beruang

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Petugas BKSDA pada saat memasang kamera trap untuk melakukan pemantauan satwa liar yang menerkam kambing warga di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) baru-baru ini. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat (Sumbar), masih memasang tiga kamera trap hingga Minggu (9/8/2020). 

Pemasangan kamera tersebut antara lain di lokasi terjadinya konflik beruang yang menerkam kambing milik warga.

Sebelumnya, insiden tersebut terjadi di Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Berawal dari laporan yang diterima pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam pada 6 Agustus 2020 lalu tentang adanya serangan binatang buas tersebut.

Selanjutnya, pihak BKSDA menindaklanjuti laporan kalau hewan ternak warga jenis kambing diserang oleh satwa liar diduga Harimau Sumatera.

Setelah melakukan pengecekan jejak kaki dan melihat luka yang ada di tubuh kambing warga tersebut, BKSDA menduga yang menyerang hewan ternak warga adalah beruang.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan hingga saat ini masih memasang kamera trap di lokasi konflik.

"Hingga saat ini, Beruang tersebut tidak ada tertangkap kamera trap," kata Ade, Minggu (9/8/2020).

Kata dia, Beruang tersebut diduga hanya kebetulan melintas pada saat kejadian.

BKSDA Sumbar Sebut 2 Harimau Sumatera yang Tertangkap di Solok Belum Mampu Berburu

Konflik Harimau dan Manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ungkap Sejumlah Faktor Penyebab

"Kami memasang tiga kamera trap, dan direncanakan pemasangannya selama tujuh hari," katanya.

"Berdasarkan keterangan penduduk setempat, maka menguatkan dugaan penyebab muncul adalah akibat aktivitas buru babi beberapa waktu sebelumnya," kata Ade.

Ia menduga, satwa tersebut terganggu dan terdesak, sehingga mendekati pemukiman warga.

"Setelah tiga hari dilakukan penanganan, dan pemantauan dengan menggunakan kamera trap. Maka disimpulkan satwa liar yang menyerang kambing adalah beruang madu (helrctos malayanus), dan satwa tersebut hanya melintas di pemukiman warga," katanya.

Disebutkannya, setelah dilakukan patroli dan penelusuran selama tiga hari, tapi satwa tersebut sudah tidak berada lagi di pemukiman warga lagi.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved