Breaking News:

KIsah Inspiratif

KISAH Kakek Yuswarmen di Padang Mencari Nafkah, Mengayuh Becak Jualan Seperti Toko Berjalan

Pada masa pandemi covid-19, aktivitas perekonomian masyarakat menjadi lesu, serta sepinya jual beli di pasa

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Yuswarmen, seorang pedagang keliling di Kelurahan Air Tawar Timur Padang saat ditemui, Jumat (17/7/2020) 

"Lumayan banyak dari di Pasar Ulak Karang, kalau jualan keliling diantar ke rumah-rumah. Meski saat pandemi Corona pasar sepi, namun kita lumayan banyaklah," ujar Yuswarmen.

Setiap hari, mulai dari pagi hingga siang harinya, Yuswarmen mengayuh becak berisi barang dagangannya.

Yuswarmen menyiapkan berbagai dagangannya di atas becak, ada yang digantung, diikat dan ditata sedemikian rupa.

Kemudian pada bagai atas diberi pelindung, layaknya sebuah toko berjalan.

"Sebelum berangkat, belanja dulu ke pasar, mana barang yang kurang ditambah, mana yang busuk dibuang, lalu pukul 9 pagi baru mulai jualan," ujar Yuswarmen.

Menurutnya, awal-awal mengayuh becak, memang terasa berat, namun sekali dua kali dayung, jadi lebih ringan.

Yuswarmen menambahakan, sejak dirinya berjualan keliling sang istri tidak lagi bekerja di pasar.

Istrinya bisa mengerjakan pekerjaan rumah, dan penghasilannya yang lumayan lebih dari biasanya.

Sebaran Corona di Indonesia Hari Ini 17 Juli 2020, Jawa Timur Laporkan 255 Kasus Baru dan 387 Sembuh

Yuswarmen hanya tinggal berdua dengan sang istri di Air Tawar Timur Kota Padang, Sumbar.

Kedua anaknya sudah menikah dan hidup dengan keluarganya masing-masing.

"Bersyukur, karena masih banyak yang beli, saya juga hanya berjualan di satu RW saja. Karena Itu tadi, orang takut ke pasar, karena corona," tambah Yuswarmen.  (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved