PPDB Online Sumbar

Reaksi Gubernur Sumbar soal Kisruh Sistem Zonasi dan Keterangan Domisili Palsu pada PPDB SMA

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno angkat bicara soal polemik sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 dengan sistem zonasi.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat ditemui, Senin (6/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno angkat bicara soal polemik sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 dengan sistem zonasi.

Irwan Prayitno mengatakan, sistem zonasi itu adalah kebijakan Permendikbud dan berlaku seluruh Indonesia.

"Kita tidak boleh mengelak, itu suatu konsekuensi. Bahwasanya anak masuk sekolah itu dari faktor dekat tidaknya dari rumah ke sekolah," terang Irwan Prayitno kepada TribunPadang.com, Senin (13/7/2020).

Soal Polemik PPDB SMA, Puluhan Orang Tua Murid Datangi DPRD Sumbar, Minta Disdik Lakukan Ini

Seleksi calon peserta didik memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah, sehingga kata Irwan Prayitno, rumah yang jauh tidak bisa masuk ke sekolah tersebut.

Menurut Irwan Prayitno, rumahnya dekat kalau masih dalam zonasi bisa masuk ke sekolah yang dituju, kalau di luar zonasi tidak bisa.

Ia mengungkapkan rata-rata zonasi itu 0,9 Km, tidak sampai 1 km.

"Kalau rumahnya 1 km dari sekolah, tentu tidak masuk, ini kebijakan pusat dan Sumbar mengikuti," jelas Irwan Prayitno.

Adib Angkat Bicara Polemik PPDB SMA Sumbar 2020, Dugaan Pemalsuan Surat Domisili dan Zonasi

Bagi yang tidak dekat dengan sekolah yang dituju, sebut Irwan Prayitno adalah mereka yang tentu memilih sekolah lain yang tidak negeri, swasta misalnya.

Tapi Sumbar, ungkap Irwan Prayitno sudah mendapat izin dari Dirjen Dikdasmen untuk menambah jumlah kuota.

Dengan kata lain, Sumbar sudah menerima mereka yang tidak bisa masuk sekolah melalui jalur zonasi, tapi tetap melalui jalur prestasi.

"Ini membantu mereka yang cerdas dan pintar yang jaraknya 3-5 km dari sekolah, mereka bisa masuk ke sekolah dengan tambahan kuota," kata Irwan Prayitno.

Hasil Seleksi PPDB SMA dan SMK Sumbar Jalur Prestasi Diumumkan, Ayo! Segera Daftar Ulang

Irwan Prayitno menyebut sudah didata sejumlah sekolah untuk memaksimalkan satu kelas dari 36 menjadi 40 orang.

"Bukan PPDB namanya, tapi jalur optimalisasi untuk mengatasi mereka yang jauh dari sekolah," tambah Irwan Prayitno.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved