Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Masa Pandemi Covid-19, KPU Padang Panjang Wajibkan Penyelenggara Pilkada Jalani Rapid Tes

Ketua KPU Padang Panjang, Okta Novisyah menginformasikan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wi

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
SERAMBI INDONESIA
ILUSTRASI 

Ia menyebut, menyelenggarakan Pilkada di masa pandemi covid-19 merupakan tantangan baru bagi penyelenggara.

Tambah 51, Total Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilkada Kabupaten Solok Jadi 956

Soal Anggaran Pilkada Serentak 2020 di Sumbar, Ketua KPU Amnasmen: Tidak Ada Penambahan

Mau tak mau KPU harus siap karena hal itu amanah undang-undang dengan catatan persoalan keamanan tetap diutamakan.

Ia menambahkan, mulai dari APD, alat cuci tangan, hingga handsanitizer, provinsi sudah menganggarkan.

Bahkan, penyelenggara mulai dari KPU, PPK, PPS, PPDP, dan KPPS wajib dilakukan rapid test

"Semua penyelenggara wajib di rapid test. Itu anggaran ada di provinsi," tegas Okta Novisyah.

Ia merinci, jumlah PPS dikali 3 di 16 kelurahan, total 48 orang akan dirapid test tambah PPK sebanyak 10 orang.

Untuk Badan Adhoc saja sudah 58 orang. Sementara untuk KPPS 123 TPS dikali 7 orang per TPS. Ada sekitar 800 an orang.

"Belum lagi Linmas 2 per TPS dan PPDP 123 orang. Itu semua akan di rapid dan semua penyelenggara siap menunggu ketok palu kapan pastinya badan adhoc di aktifkan," terang Okta Novisyah. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved