Breaking News:

New Normal Bukittinggi

Kisah Penjual Nasi Kapau di Los Lambung Bukittinggi, Ni Pit: Sambal dan Lauk Diberikan ke Tetangga

Penjual Nasi Kapau di Los Lambuang Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) satu dari sekian pedagang yang sangat merasakan dampak

TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Pedagang Los Lambuang Fitria, saat ditemui di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (1/6/2020). 

Saat itu, kata Fitria dagangannya hanya bisa dihitung sebatas balik modal atau belum ada untung.

Biasanya kalau lebaran bisa masak 20 potong ayam, lebaran tahun ini hanya paling banyak lima potong ayam.

"Kalau sambal ayam goreng tidak habis, bisa direndang, lalu untuk dimakan anak-anak di rumah," ujarnya.

Kota Bukittinggi Mulai Ramai, Namun Pedagang Keluhkan Daya Beli Masih Rendah

WNA Irlandia di Padang Positif Corona, Ingin Uji Swab sebagai Syarat Kembali ke Negara Asal

Ia mengaku lebaran tahun ini paling sedih dibandingkan lebaran-lebaran tahun sebelumnya.

Hingga saat ini dirinya  sudah berjualan selama lebih sepuluh tahun bersama suaminya yang ikut membantu-bantu.

"Saya dan suami kerjanya ini, berjualan. Jika kami tidak berjualan, anak empat masih sekolah-sekolah, ya gimana mau menyekolahkan mereka," ujarnya.

Mereka berharap saat new normal diterapkan di Bukittinggi, pembeli Los Lambuang bisa meningkat dan perekonomian keluarganya bisa lebih baik.

"Kalau sekarang pembeli masih belum seramai biasanya. Kalau hari Minggu kemarin lumayan banyak, kalau sekarang masih sepi," ujarnya. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved