Corona Sumbar

Mahasiswa Teknik Sipil Unand Permudah Warga, Bikin Alat Cuci Tangan Pakai Sistem Injak

Fakultas Teknik Universitas Andalas membuat alat mencuci tangan dengan sistem injak agar masyarakat sering mencuci tangan dalam upaya mengurangi dampa

ISTIMEWA
Fakultas Teknik Universitas Andalas membuat alat mencuci tangan dengan sistem injak agar masyarakat sering mencuci tangan dalam upaya mengurangi dampak dan penyebaran Covid-19, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Fakultas Teknik Universitas Andalas membuat alat mencuci tangan dengan sistem injak agar masyarakat sering mencuci tangan dalam upaya mengurangi dampak dan penyebaran Covid-19.

Guru besar Fakultas Teknik Unand Prof Dr Ir Abdul Hakam, menjelaskan bahwa para mahasiswa Fakultas Teknik ikut berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat yakni merancang dan membuat alat membersihkan tangan dengan sistem injak.

"Pembuatan alat ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tugas dari UPT KKN Unand dengan persetujuan Dekan Fakultas Teknik," ucap Abdul Hakam, Kamis (21/5/2020).

Abdul Hakam menjelaskan dengan memanfaatkan material berupa pipa PVC (pipa air plastik) 12/ inchi, 3/4 inchi dan 3 inch, alat membersihkan tangan dengan sistem injak memiliki rancangan sangat sederhana.

"Alat yang digunkan untuk membuatnya hanya gergaji saja, dan untuk menyambungnya digunakan elbow yang disambungkan dengan lem pipa. Dengan bahan dan alat yang sederhana tersebut, maka apat ini dapat diproduksi/dibuat secara cepat (kurang dari 1 jam) dengan biaya yang sangat murah," ucap Abdul Hakam.

Abdul Hakam menjelaskan pencegahan penyebaran penyakit dapat melalui membersihkan tangan dengan hand sanitizer tanpa bilas. Yakni merupakan cara yang cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Abdul Hakam mengatakan kalau tangan banyak digunakan untuk menyentuh, memegang, mengangkat dan aktivitas lainnya.

"Kelebihan dari alat sistem injak ini adalah tidak adanya sentuhan tangan pada semua peralatan ketika digunakan. Untuk mengeluarkan cairan pembersih, disediakan pedal injak pada bagian bawah alat," jelasnya.

Ia mengatakan, jika pedal diinjak, maka akan menekan kepala tabung dan cairan akan keluar.

Lanjut, bagi pengguna hanya perlu menginjak sekali atau dua kali saja untuk mengeluarkan cairan yang cukup untuk membersihkan tangan.

"Dengan begitu, bakteri dan virus-virus yang menempel diharapkan tidak ada. Kami berharap alat ini dapat ditempatkan di berbagai ruang publik," katanya.

Sejauh ini lanjutnya, alat tersebut dapat membantu serta tepat untuk diletakkan di tempat orang banyak, yang berinteraksi pada masa PSBB seperti Pasar, ATM, dan lainnya.(*/TribunPadang.com, Rezi Azwar)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved