Corona Sumbar

Ratusan Kendaraan yang Masuk ke Padang Disuruh Putar Balik, Mahyeldi: Perbatasan Kita Maksimalkan

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan sudah ratusan kendaraan yang ditolak masuk ke Kota Padang.

TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan sudah ratusan kendaraan yang ditolak masuk ke Kota Padang.

Data tiga hari terakhir, sudah 230 kendaraan yang hendak masuk Padang disuruh putur balik.

Menurutnya, kendaraan ditolak apabila setelah dilakukan pemeriksaan di posko perbatasan.

Serta diketahui orang yang bersangkutan tidak ada kepentingan yang jelas ke Kota Padang.

"Dalam tiga hari terakhir terdata sudah 230 mobil yang kita tolak dan hari ini juga puluhan suruh balik. Kalau tidak ada kepentingan, ngapain ke Padang," kata Mahyeldi, Rabu (13/5/2020).

Akses Masuk Padang Diperketat, Masih Ada Masyarakat yang Mengelabui Petugas, Mengaku Anggota TNI

Ia menambahkan, kendaraan yang diperbolehkan hanya kendaraan yang membawa pangan atau logistik sembako, kendaraan ambulans dan mobil jenazah, dan kendaraan lain yang dibolehkan saat PSBB.

"Perbatasan sudah kita maksimalkan, setiap hari ada tiga siftnya, setiap sift ada 20 orang. Ada ASN yang mengawasinya, maupun NGO yang memberikan bantuan," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengingatkan masyarakat untuk tidak ke Kota Padang apabila tidak ada tujuan yang jelas.

Anggota DPRD Pasaman Cekcok dengan Petugas PSBB Minta Maaf, Janji Sumbangkan 2 Ribu Paket Sembako

Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk membebaskan Padang dari Covid-19 yang sesuai dengan tekad 29 Mei.

Selain itu, guna melindungi pendatang agar tidak tertular dari penyebaran Covid-19.

"Karena Padang sudah merah, banyak positif, kita lakukan itu untuk keselamatan warga Padang. Supaya pendatang jangan tertular dan terdampak dengan Covid-19 ini," ungkapnya.

Mahyeldi juga menyampaikan, kepada Wakil Gubernur Sumbar untuk bersama-sama komitmen melakukan hal sama antara kabupaten/kota di seluruh Sumbar.

Tujuannya agar masyarakat tidak mudik atau pulang kampung sesuai dengan arahan gugus tugas pusat.

"Saya juga sampaikan ke Wagub kemarin, bahwa kita kabupaten/kota harus berkomitmen yang kuat dan saya usulkan kemarin itu agar bersama untuk menolak penerbangan ke Sumbar maupun kendaaran di perbatasan," ungkapnya.(*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved