Corona Sumbar

Delapan Klaster Penularan Covid-19 di Sumbar, Paling Besar di Pasar Raya dan Ambassador

Pakar Epidemiologi Universitas Andalas (Unand), Defriman Djafri mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap rat

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi: Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pakar Epidemiologi Universitas Andalas (Unand), Defriman Djafri mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap ratusan pasien positif corona di Sumbar.

Dari penyelidikan itu, dia menyebut ditemukan adanya delapan klaster penularan virus corona atau Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar).

"Paling besar adalah klaster Pasar Raya dan Ambassador," kata Defriman Djafri dalam jumpa pers bersama IJTI Sumbar, Sabtu (2/5/2020).

Kalau dilihat kasus pertama yang menjadi sumber penularan, ia menjelaskan seorang tenaga kesehatan atau orang yang bekerja di instansi kesehatan.

Seorang tenaga kesehatan tersebut bekerja di puskesmas atau rumah sakit (RS), lalu menularkan kepada ibunya.

Kasus Corona di Padang Sudah Tersebar di 43 Kelurahan hingga 2 Mei, Total 108 Kasus Positif Covid-19

Solidaritas Online Roda Dua Bagikan 900 Paket Sembako untuk Driver Ojol di Kota Padang

 

Kemungkinan, ibunya tersebut menularkan ke tetangga toko di pasar hingga pekerja toko dan akhirnya baru ke pedagang, lalu ke wiraswasta lainnya.

"Rantainya sudah panjang. Kalau generasi sudah masuk generasi keempat atau kelima," tutur Defriman Djafri.

Kemudian, di klaster Pengambiran adalah relawan medis yang produktif lalu menularkan ke petugas kesehatan lainnya.

Lalu, klaster Tarusan, Pesisir Selatan, pasien bekerja di Dinas Kesehatan di wilayahnya.

Belakangan diketahui, yang bersangkutan ikut seminar atau pelatihan di salah satu hotel di Padang.

Lucunya, ungkap Defriman Djafri, dalam informasi, orang yang ikut jadi peserta dalam kegiatan tersebut sudah di swab, tetapi tidak ada yang positif.

"Hanya dia saja, seharusnya banyak positif di situ. Ternyata ketahuan, dia kemungkinan ada riwayat satu kamar dengan orang Malaysia," ungkap ahli yang juga menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand ini.

Menurut Defriman Djafri, ini perlu diwaspadai sebab yang bersangkutan termasuk local transmision.

Bisa saja yang bersangkutan ditularkan dari orang luar yang masuk dari Jakarta atau Malaysia.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved