Breaking News:

Kasus Baru Corona di Sumbar

Isolasi Mandiri di Rumah, Pasien Pertama Positif Corona di Padang Kontak Erat dengan 2 Orang

Seorang tenaga medis di Padang dinyatakan positif corona atau Covid-19 pada Kamis (26/3/2020).

(Shutterstock)
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang tenaga medis di Padang dinyatakan positif corona atau Covid-19 pada Kamis (26/3/2020).

Pasien laki-laki tersebut menjadi pasien pertama positif corona di Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, pihaknya sudah melakukan tracking terhadap pasien.

Bertambah 1 Lagi, Warga Sumbar yang Positif Corona Jadi 7 Orang

Saat ini, kata dia, pasien menjadi isolasi mandiri di rumahnya, bukan di rumah sakit.

Hal tersebut dikarenakan pasien yang merupakan tenaga medis dinilai patuh dalam menjalani isolasi mandiri.

"Tenaga medis patuh untuk tidak kontak dengan orang lain termasuk orang di rumah," kata Feri Mulyani, Jumat (12/3/2020) di Padang.

Hasil tracking pasien pertama ini, kata dia, ada dua orang kontak erat di rumah.

Resepsi Pernikahan di Tanah Datar Keburu Dibubarkan Aparat Tim Gabungan

"Kita tracking, kontak erat di rumah ada 2 orang," kata Feri Mulyani.

Selain di rumah, lanjutnya, ada 12 orang yang kontak dengan pasien di tempat kerja.

"Untuk kontak erat di rumah akan kita lakukan uji swab tenggorakan," ujar dia.

Kemungkinan, kata dia, 2 orang kontak erat dengan pasien akan menjalani uji swab pada Sabtu (28/3/2020).

"Tadi sudah kita hubungi RSUP M Djamil, tapi karena yang melakakun swab tenggorakan banyak," ujarnya.

Dokter Positif Corona di Padang Punya Riwayat dari Malaysia, Kini Diisolasi di RSUP M Djamil

Pasien Punya Riwayat dari Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, pasien tersebut pernah melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

"Riwayat perjalanan dinas dari Jakarta berkegiatan dari 13 dan 14 Maret 2020, kembali ke Padang tanggal 15 Maret 2020," kata Feri Mulyani, Kamis (26/3/2020) di Padang.

Pada tanggal 16 Maret 2020 pesien mengalami batuk pilek, nyeri dan sesak nafas.

Kemudian tanggal 19 Maret 2020 berobat ke Rumah Sakit Semen Padang atau SPH.

13 Pesta Pernikahan di Bukittinggi Terpaksa Batal Gegara Corona, 2 Acara Keagamaan pun Diundur

Lalu dilakukan pemeriksaan labor dan rontgen thorax, dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kemudian dirujuk ke RS Ahmad Mochtar karena RSUP M Djamil Padang penuh," ungkapnya.

Di Ahmad Moctar pasien tidak mau dirawat dan kembali pulang.

"Pasien diisolasi di rumah sendiri, tidak ke mana-mana, kebetulan istrinya tenaga kesehatan pukesmas di Padang," ungkapnya.

Lanjutnya, tracking pesien tidak akan sulit, dikarenakan pasien isolasi mandiri.

VIRAL Video Wanita Pingsan di Pinggir Jalan Bukittinggi, Warga Tak Berani Mendekat, Ini Faktanya

Saat ini, kondisi fisik pasien sudah sehat.

"Namun untuk memastikan walaupun kondisinya sehat, kita akan ulangi swab tenggorokan apakah hasilnya positif atau negatif," ungkapnya.

Feri Mulyani mengatakan, Dinkes Padang akan melakukan pemeriksaan pada orang yang kontak erat dengan pesien.(*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved