Berita Padang Hari Ini

Diskusi Bareng Muda Literasi, Orang Utan Friends Padang Bahas soal Konservasi dan Perubahan Iklim

Diskusi Bareng Muda Literasi, Orang Utan Friends Padang Bahas soal Konservasi dan Perubahan Iklim

TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Komunitas Orang Utan Friends Padang bersama Komunitas Muda Literat gelar diskusi konverasi dan perubahan iklim, Sabtu (29/2/2020) di Perpustakaan Daerah Kota Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Komunitas Orang Utan Friends disingkat OrangUfriends Padang bersama Komunitas Muda Literat gelar diskusi konverasi dan perubahan iklim, Sabtu (29/2/2020) di Perpustakaan Daerah Kota Padang.

Koordinator OrangUfriends Padang, Novi Fanny Ravika mengatakan, orang utan sebagai satwa asli Indonesia hanya ada di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Pembabatan hutan untuk kelapa sawit semakin mengancam habitatnya.

Gebyar Anugerah Literasi dan Sosialiasi Menjadi Manusia Literat Sumbar Diumumkan, Ini Pemenangnya

Orang utan diburu karena dianggap sebagai hama, bayi orangutan yang lucu diperdagangkan.

"Penyelamatan orang utan dan satwa lainnya bersama habitatnya bagian tanggung jawab setiap orang, termasuk kita," kata Novi Fanny Ravika.

Lanjutnya, OrangUfriends Padang selama ini juga rutin mengkampanyekan penyelamatan orang hutan serta membantu kebun binatang dalam perbaikan kandangan

"Jika ada kandang orang utan jika tidak layak, kita bantu, kita dampingin orang utan itu."

"Di kandang itu orang utan harus punya tempat bergantung, duduknya juga tidak bisa dengan tembok namun harus tanah dan rumput," ungkapnya.

Komisi Pemilihan Umum Sumbar Gandeng Komunitas Muda Literat Gelar KPU Goes to Community

Sementara itu, Duta Perubahan Iklim Indonesia Arrum Harap mengatakan, perubahan iklim yang terjadi saat ini sudah meresah dikarenakan tindakan manusia.

Perubahan iklim mengakibatkan berbagai macam bencana yang berakibat pada bencana sosial.

"Solusinya ada dua transisi energi, sekarang kistrik dari batu bara, menjadi enegeri terbarukan, seperti tenaga surya," ungkapnya.

Solusi lainnya dengan menanam pohon dan mengembalikan hutan Indonesia, dikarenakan setiap napas yang dihirup berasal dari pohon dan hutan. (*)

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved