Komisi Pemilihan Umum Sumbar Gandeng Komunitas Muda Literat Gelar KPU Goes to Community

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) KPU Goes to Community bersama Komunitas Muda Literat.

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar KPU Goes to Community bersama Komunitas Muda Literat menggelar diskusi di Kupi Batigo, Kota Padang, Provinsi Sumbar pada Kamis (10/10/2019) 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat Adakan KPU Goes To Community

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) KPU Goes to Community bersama Komunitas Muda Literat.

Kegiatan diskusi kali ini diadakan di Kupi Batigo, Kota Padang, Provinsi Sumbar pada Kamis (10/10/2019)

Koordinator devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sumbar, Gebril Daulay mengatakan jumlah pemilih pemula dan pemuda pada Tahun 2019 ada sekitar 14 juta.

Menurutnya, KPU Goes to Comunity bentuk mensosialisasikan sekaligus menampung aspirasi pemilih pemuda untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020.

"Usia pemilih 30% kita dari usia 17 sampai 30 tahun, dengan diskusi ini bisa mensosialisasikan pada generasi muda," kata Gebril Daulay.

Pada pembukaan juga ditampilkan film pemenang pilihan KPU pada 2019 yang berjudul "Calon ibu untuk bapak".

Menurut Gebril Daulay, pada film tersebut memberi pesan pada penonton bahwa pemilih yang cerdas tidak langsung menolak namun mengenali kandidat secara utuh.

Gebril Daulay mengatakan KPU hanya menyelenggarakan pemilu berdasarkan undang-undang yang dibuat oleh DPR RI.

"Untuk itu kaum muda perlu mengawasi undang-undang pemilu. KPU siap dengan segala disain pemilu," kata Gebril Daulay. 

Pembina Komunitas Muda Literat, Yusrizal KW mengatakan kaum muda memiliki peran untuk menyiapkan pemimpinan atau menyiapkan pesat demokrasi menjadi asyik.

"Pemilih pemula belum mendapatakn pendidikan politik yang baik. Namun pemilih pemula mendapatkan informasi pada media sosial yang kebanyakan hoax," kata Yusrizal KW.

Karenanya, imbuh Yusrizal diperlukan literasi media untuk memahami informasi baik dan benar saat informasi datang sebelum layak untuk dibagikan.

Selanjutnya, pemuda haruslah mengambil peran untuk tidak memberikan kesempatan kepada orang yang tidak kapabel.

"Caranya dengan mencari latar belakang siapa pemimpin kita.Selama ini peran itu belum ada. Media sosial justru banyak menyebak orang pada perdebatan yang tidak inspiratif," kara Yusrizal KW.

Menurutnya, KPU harus sering menyediakan panggung untuk anak muda, karena pemimpin masa depan ialah pemuda pada saat ini.  (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved