Berita Sumatera Barat
VIDEO - Gubernur Irwan Prayitno Imbau Jangan Sepelekan Riset Dalam Pengambilan Keputusan
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendukung penuh adanya riset dalam setiap mengambi keputusan
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mendukung penuh adanya riset dalam setiap mengambi keputusan.
Demikian disampaikannya saat membahas sinergitas hasil kelitbangan terhadap implementasi percepatan pembangunan daerah di Hotel Mercure Padang, Selasa (25/2/2020).
• Survei BPS Soal Angka Pengangguran di Sumbar Masih Tinggi, Gubernur Irwan Prayitno Sarankan Ini
• POPULER SUMBAR - Gubernur Klaim Investasi 2019 Lampaui Target| Pemilihan Polisi Teladan Se-Sumbar
Irwan Prayitno, menyatakan riset atau kajian atau penelitian adalah suatu keniscayaan untuk Sumbar agar bisa maju.
Hal tersebut, menurutnya, perlu ditekankan karena banyak orang menyepelekan peran riset.
Kata Irwan Prayitno, dalam mengambil kebijakan itu pasti berbicara angka dan data, selalu berbasis riset, baik data resmi dari BPS maupun data yang dimiliki sendiri.
• Gubernur Irwan Prayitno Klaim Investasi 2019 di Sumbar Lampaui Target, Terbanyak Energi Panas Bumi
• Gerindra Bidik Kemenangan 8 Pilkada Se-Sumbar, Target Utama Kursi Gubernur
"Itu semua bisa menjadi panduan atau rujukan dalam mengambil kebijakan antaranya kebijakan APBD, apalagi kalau bicara RPJMD, tim ahli pun ikut mengkonsep," terang Irwan Prayitno.
Menurut Irwan Prayitno, riset dapat digunakan dimana saja dalam setiap mengambil keputusan.
Dia mencontohkan, saat ini Sumbar tengah rawan terhadap bencana.
Daerah yang terdampak antara lain Solok Selatan.
• Trase Sicincin Berubah, Jalan Tol Padang-Pekanbaru Langsung Dekat Bukit, Gubernur: Lebih Aman
• Trase Jalan Tol Padang-Pekanbaru di Sicincin Berubah,Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Ungkap Alasannya
Informasi yang beredar, jelasnya, bencana banjir tersebut terjadi karena illegal logging, meaning, dan lainnya.
Setelah ditelusuri ke lapangan, ternyata banjir bandang disebabkan faktor hujan lebat, selain itu di hulu ada embung atau kolam yang alami.
Karena hujan lebat, terangnya, embung tersebut tidak kuat menahan air dan pada akhirnya meluap.
"Pemprov Sumbar mengambil keputusan berbasis riset, dengan membuat surat edaran agar bupati/wali kota secara periodik sidak ke hulu-hulu sungai," tegas Irwan Prayitno. (*)