Pilkada Sumbar 2020

KPU Padang Pariaman: Belum Ada Bakal Calon Perseorangan yang Serahkan Syarat Dukungan

Ory Sativa Syakban mengingatkan salah satu persyaratan calon perseorangan adalah mengumpulkan KTP berjumlah 26.689 dukungan

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
grafis-pilkada-serentak-2020 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hari kedua masa penyerahan syarat minimal dukungan calon perseorangan, belum ada satu pasangan bakal calon pun hadir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Pariaman, Kamis (20/2/2020).

"Sampai hari ini belum ada. Berdasarkan konfirmasi terakhir dengan bakal calon perseorangan, kemungkinan besar akan datang pada 22 Februari," kata Anggota Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Padang Pariaman, Ory Sativa Syakban saat dihubungi, Kamis (20/2/2020).

Usung Tagline Bersatu untuk Sumbar Maju, Genius Umar Siap Dampingi Fakhrizal di Pilkada Sumbar 2020

Gerindra Bidik Kemenangan 8 Pilkada Se-Sumbar, Target Utama Kursi Gubernur

Pasangan tersebut adalah Ramal Saleh dan Rustam.

Ory Sativa Syakban mengingatkan salah satu persyaratan calon perseorangan adalah mengumpulkan KTP berjumlah 26.689 dukungan dan tersebar paling sedikit di 9 Kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.

"Pasangan Ramal Saleh dan Rustam sudah menginput data ke Silon sekitar 31 ribu, tapi belum submit," terang Ory Sativa Syakban.

Dia juga menyebutkan, Bakal Pasangan Calon harus menyerahkan surat pernyataan dukungan dengan menggunakan formulir Model B.1-KWK Perseorangan yang ditempel dengan fotokopi KTP Elektronik.

Lalu, surat pernyataan dukungan disusun secara sistematis serta dikelompokkan berdasarkan wilayah desa/kelurahan/nagari.

Ahmad Muzani Minta Maaf karena Rekomendasi untuk Para Balon Pilkada Hanya Satu Nama

Calon Perseorangan Maju Pilkada Sumbar 2020, Pengamat: Bentuk Protes Terhadap Birokrasi di Parpol

Kemudian, Bakal Pasangan Calon harus menyerahkan rekapitulasi jumlah dukungan menggunakan formulir Model B.2-KWK Perseorangan disusun per desa/kelurahan/nagari, kecamatan dan kabupaten/kota.

Lalu, ditandatangani oleh Bakal Pasangan calon dan dibubuhi materai dalam bentuk hardcopy dan softcopy melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

"KPU sifatnya hanya menunggu konfirmasi dari bakal calon dan menerima syarat dukungan saat diserahkan. Lalu memeriksa baik secara administrasi maupun faktual," tutup Ory Sativa Syakban. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved