Harga Bawang Putih Naik di Padang

Pemko Padang Dapatkan 12,5 Ton Pasokan Bawang Putih, Siap Didistribusikan Melalui TTIC

Pemko Padang bakal menggelar operasi pasar bersama Toko Tani Indonesia Center atau TTIC pada 17-18 Februari 2020 di sejumlah pas

Pemko Padang Dapatkan 12,5 Ton Pasokan Bawang Putih, Siap Didistribusikan Melalui TTIC
Istimewa/Humas Pemko Padang
Ilustrasi Pasar Raya Padang 

Pemko Padang Dapatkan 12,5 Ton Pasokan Bawang Putih, Siap Didistribusikan Melalui TTIC

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemko Padang bakal menggelar operasi pasar bersama Toko Tani Indonesia Center atau TTIC pada 17-18 Februari 2020 di sejumlah pasar kecamatan dalam wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pasokan bawang putih ini didapatkan dari kementerian Pertanian Indonesia sebanyak 23,6 ton untuk provinsi Sumbar

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Pangan Kota Padang, Hasna mengatakan adapun untuk kota Padang sekitar 12,5 ton bawang putih.

"Untuk kota Padang, menurut informasi tadi ibarat kota Padang lebih besar dari daerah lain, kedua usaha lebih banyak di Padang. 

Berdasarkan rapat tadi baru datang 23,6 ton bawang putih seluruh Sumbar. Kalau Padang setengahnya atau 12.5 ton," ungkap Hasna kepada TribunPadang.com, Kamis (13/2/2020).

Operasi Pasar di Kota Padang, Harga Bawang Putih Dijual Rp35.000 Per Kg

Harga Bawang Putih Melambung Naik, Pedagang Keluhkan Daya Beli Jadi Berkurang

BREAKING NEWS - Harga Bawang Putih Melambung di Pasar Kota Padang, Ini Kata Pedagang

Pendistribusian bawang putih ini direncanakan menggunakan mobil TTIC yang akan ada di seluruh kecamatan di Kota Padang.

"Kalau harga bawang putih sekarang kisaran Rp 50.000 sampai Rp 55.000. Pada operasi pasar Rp35.000 per kilogram/Kg," ungkap Hasna.

Seorang Pedagang Bawang Putih di Pasar Alai Padang ditemui TribunPadang.com, Kamis (13/2/2020)
Seorang Pedagang Bawang Putih di Pasar Alai Padang ditemui TribunPadang.com, Kamis (13/2/2020) (TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI)

Menurut Hasna, kekurangan pasokan bawang putih ini dikarenakan tidak bisa impor dari Tiongkok.

"Penyebabnya virus corona, karena biasanya diimpor dari Toongkok, itu yang tidak bisa datang. Sehingga kita bekerjasama dengan kementerian, dinas pangan provinsi untuk itu," ungkap Hasna.

Hasna berharap dengan operasi pasar tersebut harga kembali stabil dan kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi.

"Maret itu diprediksi, kebutuhan pokok melambung, karena biasa mau bulan ramadhan, pasokan naik, jadi karena penyebab virus corona ini harga bawang putih lebih dulu naik," ungkap Hasna (*)

 


Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved