Breaking News:

Berita Bukittinggi Hari Ini

Terduga Pelaku Pelecehan Pernah Lancarkan Aksinya Sebelum Sasar Bule Perempuan Jerman

Pelaku yang diduga telah melakukan hal yang senonoh terhadap warga negara asing (WNA) asal Jerman di Bukittingi masih diperiksa pihak kepolisian.

Dok. Tribun Batam
Ilustrasi korban pelecehan. 

Terduga Pelaku Pelecehan dan Perbuatan tak Senonoh di Bukittingi Tidak Hanya Sekali Melancarkan Aksinya

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pelaku yang diduga telah melakukan hal yang senonoh terhadap warga negara asing (WNA) asal Jerman di Bukittingi masih diperiksa pihak kepolisian.

Sejauh ini, dari keterangan yang diperoleh penyidik kepolisian bahwa diduga pelaku telah melakukan perbuatannya tidak hanya sekali.

Kejadian dugaan pelecehan seksual terhadap warga negara asing ini dilakukan oleh RSA (25).

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com diketahui bahwa perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pelaku terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan bahwa saat ini pelaku sedang mejalani proses pemeriksaan oleh Satuan Reskrim Polres Bukittinggi.

"Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui motif pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut," kata Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan pelaku diduga tidak sekali melancarkan aksinya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Sebelumnya, pada Jumat (24/1/2020) pelaku di lokasi yang sama pernah juga melancarkan aksinya terhadap sebur saja Melati (10) (nama samaran).

"Modusnya mendekati korban yang tengah mengisi angin ban sepeda bersama temannya, disana pelaku berpura-pura ingij membantu korban," ujar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto.

Dijelaskannya bahwa pada saat membantu korban, pelaku diduga memegang tangan kanan korban dan melakukan perbuatan tak senonoh.

Disebutkannya bahwa akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 ayat (1) UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan keduah atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved