Banjir Bandang Tanah Datar

Kabid BPBD Sumbar: Jalan yang Tertutup Material Banjir Bandang Tanah Datar Sudah Bisa Dilewati

Akses jalan tersebut sudah dibersihkan sejak kemarin, sehingga pada hari ini sudah dapat dilewati,"

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
istimewa
Loader dan Ekskavator saat membersihkan sisa material banjir bandang Tanah Datar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Bidang (Kabid) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumatera Barat, Rumainur sebut warga sudah melakukan pembersihan terhadap rumah dan jalan raya yang terkena dampak banjir di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumater Barat, Sabtu (18/1/2020).

Ada dua rumah yang hancur atau mengalami rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat (17/1/2020).

"Banjir bandang juga menghantam bengkel serta menyebabkan lima unit rumah mengalami rusak ringan," sebutnya.

Rumainur menyebutkan bahwa rumah warga yang terdampak banjir bandang sudah dibersihkan.

Loader dan Ekskavator Mulai Bersihkan Sisa Material Banjir Bandang Tanah Datar

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nagari di Tanah Datar, Berawal dari Hujan Deras Malam Jumat

BREAKING NEWS: Banjir Bandang Terjang Nagari di Tanah Datar, Hanyutkan Motor dan Rusak Rumah

Material yang terbawa banjir sudah mulai dibuang sejak kemarin, Jumat (17/1/2020).

"Untuk lima unit rumah mengalami rusak ringan itu dimasuki lumpur akibat terbawa banjir bandang. Dan, sudah mulai dibersihkan sejak kemarin. Untuk pembersihan itu juga dibantu oleh pemadam kebakaran," sebutnya.

Sementara jalan umum yang sebelumnya penuh material banjir bandang juga sudah bisa dilewati. 

Hari ini, Sabtu (18/1/2020)  jalan tersebut sudah terbuka dan dapat dilewati kendaraan.

"Akses jalan tersebut sudah dibersihkan sejak kemarin, sehingga pada hari ini sudah dapat dilewati," ujarnya.

Banjir bandang di Tanah Datar yang diawali hujan lebat cukup lama sejak Kamis (16/1/2020), juga mengakibatkan badan jalan tertimbun material.

Pengamat Lingkungan:Bencana Galodo Terjadi Karena Penebangan Hutan dan Intensitas Curah Hujan Tinggi

Ada tiga titik jalan yang tertimbun material banjir bandang.

Namun walau sudah dibersihkan saat ini jalan tersebut masih dialiri air dari sungai kecil.

Pasalnya ada sungai yang ikut terendam material yang terbawa banjir dan belum dibersihkan.

"Ada satu sungai kecil yang belum dibuka semua. Kemarin pekerjaan dihentikan karena sudah malam, dan pada hari ini dilanjutkan kembali," ujarnya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved