Kadis Pertanian Padang Diganti
BREAKING NEWS: Kepala Dinas Pertanian Padang Diganti, Imbas Penas Tani Batal?
Syaiful Bahri dicopot dari jabatan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang. Mahyeldi Ansharullah langsung melantik Syahrial Kamal penggantinya.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Syaiful Bahri mendadak dicopot dari jabatan Kepala Dinas Pertanian Kota Padang.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah langsung melantik Syahrial Kamat sebagai penggantinya.
Pelantikan itu dilakukan di Balai Kota Padang Senin (10/12/2019).
Sebelumnya, Syahrial Kamat menjabat sebagai Kepala Dinas Pangan Kota Padang.
• Nasrul Abit Ungkap Alasan Pemindahan Lokasi Penas Tani ke Padang Pariaman, Berdasarkan Analisis SWOT
Mahyeldi mengatakan, dalam pemerintahan, pergantian jabatan itu adalah hal yang biasa, sebagai bentuk reward dan punishment.
“Jika terjadi sesuatu hal yang dijalankan tidak maksimal, kita gantikan dengan lainnya,” ungkapnya.
Dikatakan, pergantian ini sudah lama direncakanan, namun baru bisa direalisasikan saat ini.
“Sebetulnya pergantiannya sudah lama direncanakan, namun karena saya baru dilantik dan aturannya setelah 6 bulan baru boleh melantik ASN, baru kita laksanakan,” jelasnya.
• Batal di Padang, Tuan Rumah Penas Tani Bergeser ke Padang Pariaman, Pemkab Nyatakan Siap
Dia juga menyebutkan bahwa ada pejabat lainnya yang akan dilantik dalam waktu dekat.
“Sebentar lagi ada juga ada yang saya lantik, saat ini selesaikan penyidikannya," jelasnya.
Ditanya apakah digantinya Kepala Dinas Pertanian Padang ini imbas batalnya Penas Tani dan Nelayan di Padang, Mahyeldi tak menjawab.
Dia malah berbicara soal kesiapan Padang sebagai tuan rumah Penas Tani dan Nelayan.
“Oh, kaitannya dengan Penas Tani, kita sudah siap. Tidak ada malah kita sudah punya kesiapan tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain,” kata dia.
• Penas Tani Batal Digelar di Padang, Wagub Sumbar Nasrul Abit: Itu Keputusan Menteri Pertanian
Penas Tani Batal di Padang
Kota Padang batal jadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan atau Penas Tani ke-XVI tahun 2020.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir saat dihubungi TribunPadang.com pada Senin (9/12/2019).
"Ya betul, Penas XVI tanggal 20-25 Juni 2020 semula di Padang, berubah ke Padang Pariaman," kata Winarno Tohir.
Ditanya terkait alasan batal digelar di Padang dan dipindahkannya ke Padang Pariaman, Winarno Tohir belum menjelaskannya.
• Padang Batal Jadi Tuan Rumah Penas Tani, Mahyeldi Membantah dan Langsung Temui Menteri
Keputusan ini tertuang dalam surat rekomendasi lokasi Panitia Penyelenggara Penas Tani XVI tahun 2020 tanggal 2 Desember 2019.
Surat ini diserahkan oleh panitia penyelenggara kepada Gubernur Sumbar.
Dalam surat tersebut, disimpulkan bahwa panitia penyelenggara belum memperoleh hasil yang optimal terkait persiapan penyelenggaraan Penas Tani 2020.
Disampaikan juga dalam surat itu, untuk mengetahui progres lebih lanjut, dilaksanakan rapat terbatas di Ruang Oval Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada 2 Desember 2019.
• Warga Kecewa Penas Tani Batal di Padang, Sudah Keluar Rp 10 Juta Bangun Kamar Mandi dan WC
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Umum KTNA Nasional dan dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Wakil Gubernur Sumbar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, serta para pejabat Eselon II dan II BPPSDMP.
Hasil rapat tersebut, merekomendasikan agar lokasi kegiatan Penas Tani XVI tahun 2020 yang semula bertempat di Kota Padang, dapat dipindahkan ke Kabupaten Padang Pariaman.
Surat itu ditandatangani oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian selaku Penanggung Jawab Penas Tani XVI tahun 2020, Dedi Nursyamsi.
Berdasarkan rekomendasi Panitia Penas Tani XVI tahun 2020, Gubernur Sumbar mengeluarkan surat tentang penunjukan Kota Padang sebagai tuan rumah Penas Tani XVI tahun 2020 dinyatakan batal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/syahrial-kamat-dilantik-oleh-wali-kota-padang-mahyeldi.jpg)