Dosen Sejarah Unand, Zaiyardam Zubir Tampil saat Seminar di Kampus USU Sebut; Ini Medan Bung!

Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Peneliti Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas Padang (PSH-Unand), Dr Zaiyardam Zubir M Hu

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
Istimewa/Repro:Facebook
Ilustrasi 

Setelah itu dirinya mengingat semua guru-guru saya itu, muncul bayangan lain sejumlah nama teman-teman satu angkatan Sejarah Fakultas Sastra USU 1981.

Di antaranya; Hendra Mulia (Icen), Suprayitno, Indra, Lisnawati, Arnold Samosir, T. Besler Simamora, Umar Nasova, Sahala Manalu, Hartati, Jonggi Padang, Balkis, Nora Farida Simangunsong, Nur Deliana, Lamhotma Panjaitan, Joni Hutagaol, Ester Dahlia Midian Sitorus, Sitohang, Suprapto, Teti Indriati dan banyak lainnya.

Bayangan lebih lanjut, muncul wajah-wajah adik kelas, kakak kelas dan juga abang-abang dari lain jurusan. Melakoni masa-masa menjadi mahasiswa di USU yang penuh akrab dan kekeluargaan.

"Saya seringkali  tidur dirumah sahabat seperti Hendra Mulia, Gustanto, Said Muhammad Sulaiman Paris, Bang Haris Sutan Lubis, Bang Edy Zulfikar, Bang Budi Agustono. Pergaulan yang akrab dengan teman-teman seperti Edy Sumarno, Taufik Lubis, Nita Safitri, Pikarwin, Ibrahim Paudada, Iwan Harahap, Bang Haris St Lubis, Bang Budi Agustono, Fujiati, Rohani, Sukmawati, Nur Hamidah Wati, Bang Iswadi, Bang Edy Zulfikar, Bang Ismet M Noer, Erza Yunandra, Bang Wahyudi, bang Carles Sitorus, Bang Irwansyah, Bang Saifudin Bang Wara Sinuhaji, Bang Bebas Surbekti, Bang Samsul Tarigan, Bang Timbun Ritonga, Bang Lukman Hakim Siregar, Bang Roy Siregar, Bang Husni, Bang Edi, Simson, Kaber, Bahagia Tarigan, Harun, Melva, Yeyen, bang Hanif, Rinaldi, Parlaungan, Kak Emi, Mulyadi, Bang Ali Nur, dan banyak lainnya," papar Zaiyardam Zubir.

Lagi pula, kata Zaiyardam Zubir, dari semuanya hal tersebut baginya menjadi kenangan indah dan tempat untuk memetik pelajaran berharga  baginya.

"Sekaitan dari makalah saya (Pluralistik, Konflik dan integrasi dalam Perspektif Sejarah) sebagiannya saya dapatkan selama berinteraksi dengan nama-nama yang disebutkan di atas. Jujur saja, pertama datang dari pedalaman Minangkabau sana, pergaulan antar etnis belum lah akrab dalam keseharian saya," kata Zaiyardam Zubir.

Sesampai di Medan awalnya, dia mendapati berbagai latar belakang etnis dan agama sesuai deretan nama-nama yang tlah disebutkan tadinya. Yakni, mereka mewakili berbagai etnis seprti Melayu, Minangkabau, Jawa, Arab, Batak, Aceh, Karo, Simalungun, Sunda, Mandahiling dan India.

"Dalam hati saya berkata: Inilah sesungguhnya Indonesia dengan berbagai keragaman yang dimilikinya. Walaupun begitu, solidaritas yang kuat sangat dirasakan selama hidup dan bergaul dengan berbagai kelompok dan etnis di Medan," papar Zaiyardam Zubir.

Lantas, Adam memaknai kata damai atau penuh dengan konflik?

"Ada masanya kompak dan ada masanya konflik. Konflik biasanya muncul, ketika terjadi perebutan kekuasaan seperti Senat Mahasiswa. Dalam konflik itu, bisa berjalan keras dan tidak jarang terjadi juga anarkis," jelas Zaiyardam Zubir.

Walaupun demikian, imbuh Adam karena waktu itu perebutan kekuasaan masih dalam skala kecil, benturan-benturan fisik ataupun yang bersifat anarkis tidaklah terlalu besar.

Buku Terbitan RPP Press KPU Padang, Perempuan Dalam Mimbar Demokrasi Dibincangkan

"Konflik yang ada masih riak-riak kecil, yang dengan mudah dipadamkan. Berbeda jika kekuasaan sudah besar ataupun menyangkut harta dalam jumlah besar, maka baru gejolak itu semakin panas, tinggi dan menelan banyak korban," ujar Zaiyardam Zubir.

Jelas sekali, kata Zaiyardam Zubir bahwa korban itu biasanya menimpa rakyat kecil yang tidak bersalah dan tidak mengetahui tentang perebutan kekuasaan tingkat tinggi.

Dalam seminar sehari itu, Zaiyardam Zubir menilai bahwa forum diskusi kali ini mencerahkan secara keilmuan Sejarah dan baginya momentum romantisisme.

Sebagaimana diungkapnya, momentum untuk mengingat masa lalu, yang terdiri dari kenangan indah, pahit getir, suka duka dan lain sebagainya guna bekal menatap masa depan yang lebih baik.(*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved