Harimau Sumatera Resahkan Warga Pasaman

BREAKING NEWS: Harimau Sumatera Diduga Serang Sapi Milik Warga di Pasaman, Sumbar

Binatang buas yang diperkirakan Harimau Sumatera kembali mengganggu dan hendak memangsa ternak milik warga di Jorong Tarantang Tunggang,

Tayang:
Penulis: Debi Gunawan | Editor: Emil Mahmud
Istimewa/Dok.KSDA Pasaman
Pihak Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Pasaman melakukan patroli di sekitar penampakan binatang buas yang diduga harimau di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (25/11/2019) malam. 

BREAKING NEWS: Diduga Harimau Sumatera Kembali Ganggu Hewan Ternak Warga di Pasaman, Sumbar

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Binatang buas yang diperkirakan Harimau Sumatera kembali mengganggu dan hendak memangsa ternak milik warga di Jorong Tarantang Tunggang, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelumnya, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB seorang petani di Jorong Tarantang Tunggang, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman menemukan sapinya dalam keadaan terluka di bagian kaki belakang.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pasaman, Ade Putra mengungkapkan dugaan sementara binatang buas tersebut adalah harimau.

Ilustrasi: Jejak harimau sumatera yang ditemukan di kebun karet warga Desa Sibiruang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, sepekan yang lalu.
Ilustrasi: Jejak Harimau Sumatera yang ditemukan di kebun karet warga Desa Sibiruang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, sepekan yang lalu. (Dok. BBKSDA Riau)

"Hasil pengecekan ditemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki satwa diduga Harimau Sumatera di sekitar dan dalam kandang sapi," ungkap Ade Putra, Selasa (26/11/2019).

Menurut Ade Putra, penanganan sementara lewat berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak KSDA Pasaman.

"Seperti identifikasi lapangan, mendokumentasikan temuan, wawancara warga sekitar, memberikan penyuluhan kepada masyarakat, patroli, pemasangan kamera trap dan lain sebagainya," ungkap Ade Putra.

Langkah tindak lanjut kata yakni melalui pemasangan perangkap mengingat satwa sering menampakan wujud

Sebelumnya diberitakan, Masyarakat Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman diresahkan, karena sejumlah hewan ternak mereka mati diterkam hewan buas, yang diperkirakan Harimau Sumatera.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pasaman Ade Putra mengungkapkan dugaan sementara hewan buas tersebut adalah harimau.

"Berdasarkan tanda-tanda di lapangan, baik itu kotoran maupun jejak, itu mengindikasikan Harimau," ungkap Ade Putra saat dihubungi TribunPadang.com, Senin lalu.

Sampai saat ini lanjut Ade Putra, tercatat sudah lima hewan warga yang dilaporkan mati diterkam satwa liar tersebut.

Dari data KSDA Pasaman dalam lima tahun terakhir, tercatat sudah terjadi dua kali peristiwa harimau yang memangsa hewan warga.

Sebelumnya, pada Juli 2019, juga dilaporkan 14 hewan ternak warga juga mati diterkam harimau.

Pihak KSDA Pasaman telah melakukan penghalauan satwa liar yang diduga Harimau tersebut ke habitatnya sejak kejadian bulan Juli lalu.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati: Populasi Harimau Sumatera Tersisa Sekitar 600 Ekor

7 Fakta Pengungkapan Jual Beli Kulit Harimau Sumatera di Bukittinggi, Toko Pajang Tengkorak Harimau

"Oleh karena, dinilai kurang berhasil, maka kami ambil langkah berikutnya, yaitu memasang perangkap" jelas Ade Putra.

Saat ini, pihak KSDA Pasaman sudah memasang satu buah perangkat di wilayah terdampak serangan binatang buas tersebut.

"Namun jika masih ada laporan masyarakat mengenai keberadaan satwa liar ini, akan ditambah empat perangkap lagi," ungkap Ade.

Ade Putra mengimbau agar masyarakat tetap waspada serta menjaga diri dan hewan ternak mereka.

"Kalau bisa hewan ternak selalu diawasi, jam 4 sore sudah dimasukkan ke kandang," jelas Ade Putra.

Ade Putra juga mengimbau petani yang bekerja di daerah perkebunan dan perbukitan agar tidak pergi sendiri, setidaknya berdua jika ke ladang.

"Jika berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut jangan panik, cari pohon untuk berlindung, dan segera meminta pertolongan kepada masyarakat setempat," pungkas Ade Putra.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved