Mulai Hari Ini Pasokan Solar di Sumbar Ditambah, Pertamina: Dari 1.080 Jadi 1.250 kiloliter/Hari
Berdasarkan alokasi BPH Migas, Sumbar cuma dapat 1.080 kiloliter perhari. Di awal November kami sudah salurkan melebihi alokasi BPH Migas itu
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
"Alokasi biosolar untuk tahun 2019 lebih rendah 9 persen daripada realisasi 2018," ungkap Arwin Nugraha.
Namun bagaimanapun, lanjutnya, PT Pertamina (Persero) dalam menjaga perekonomian di Sumbar sudah menyalurkan BBM Solar melebihi alokasi hingga 12 persen sampai dengan 31 Oktober 2019.
Lebih lanjut, dijelaskan kelangkaan yang terjadi juga diakibatkan oleh penggunaan yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.
"Kita lihat di beberapa SPBU, ada konsumen yang memang seharusnya dia tidak menggunakan solar subsidi tetapi tetap mengantre di SPBU. Ini yang menyebabkan antrean panjang di SPBU," terang Arwin Nugraha.
Jikapun dilarang oleh operator, tandasnya, oknum tersebut akan pergi namun ia kembali mengantre di SPBU lainnya.
"Kita sudah bahas bersama dan sampaikan solusinya, kita akan segera melakukan tindak lanjut terkait hal ini," tegas Arwin Nugraha.
Dia berpesan kepada masyarakat agar jangan panik dengan kondisi yang terjadi.
"Saya sarankan, masyarakat melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan harian saja. Jika sehari butuh 60 liter, isi saja sesuai kebutuhan di hari itu. Karena untuk supply atau stok di SPBU akan kami normalisasi penyalurannya," imbau Arwin Nugraha. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/antrean-bbm-di-spbu-jalan-khatib-sulaiman-padang-selasa-12112019.jpg)