Ranah Performing Arts Company asal Padang Pentaskan Sandiwara Pekaba di Galeri Indonesia Kaya

Ranah PAC (Performing Arts Company) akan mementaskan karya berjudul Sandiwara Pekaba pada Minggu (3/11/2019) di Galeri Indonesia Kaya

Ranah Performing Arts Company asal Padang Pentaskan Sandiwara Pekaba di Galeri Indonesia Kaya
ISTIMEWA
Ilustrasi: Suasana latihan Sandiwara Pekaba oleh Ranah PAC, Grup Asal Padang, Sumbar. 

Pertunjukan Sandiwara Pekaba dari Ranah Performing Arts Company di Galeri Indonesia Kaya

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ranah PAC (Performing Arts Company) akan mementaskan karya berjudul Sandiwara Pekaba pada Minggu (3/11/2019) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Karya yang dibawakan oleh kelompok seni pertunjukan dari Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ini merupakan hasil riset mereka terhadap seni tradisi Minangkabau selama lima tahun belakangan.

Direktur Artistik Ranah PAC, S Metron Masdison mengemukakan dalam karya tersebut, berbagai jenis tradisi lisan. Di antaranya, salawat dulang, dikia pano, gandang tambua, randai dan sampelong diolah sedemikan rupa sehingga menjadi sebuah komposisi karya yang baru dan berbeda dari sumber asalnya.

“Pemain dalam karya ini adalah para Pakaba (juru cerita dalam tradisi lisan Minangkabau) yang saling bertarung menggunakan bahasa. Tapi, bahasa di sini dalam pengertian tidak hanya kata atau kalimat verbal, namun bunyi yang bisa datang dari mana saja: tubuh, perkakas sehari-hari, alat musik, dan lain-lain. Dengan kata lain, bahasa dipulangkan ke hulunya, yakni bunyi. Berinteraksi tidak lagi sepenuhnya dengan kosakata, tetapi dengan kosabunyi dan kosagerak.” ungkap S Metron Masdison kepada TribunPadang.com, Sabtu (1/11/2019).

Ranah PAC Padang Menuju Ekskavasi Swarnabumi #1 di Medan, Sandiwara Pekaba Versi Bertiga

Karya Sandiwara Pekaba, sejak Tahun 2014 hingga saat ini, telah pernah tampil di beberapa kota sebelumnya, seperti, Padang, Medan, Pekanbaru, Solo dan Singapore.

Sebagaimana yang juga dinyatakan oleh S Metron Masdison, karya ini telah banyak mengalami perubahan dan  akan terus diperbaharui. Pementasan di Galeri Indonesia Kaya yang akan datang merupakan formula paling mutakhirnya

Sementara itu, dasar pertunjukan Sandiwara Pekaba, menurut Heru Joni Putra, Dramaturgis Ranah PAC,
adalah tradisi Minangkabau.

“Berbagai jenis tradisi Minangkabau, pada dasarnya, memiliki karakteristik sebagai sesuatu yang dalam wacana seni pertunjukan hari ini disebut seni lintas disiplin. Kita terus mengeksplorasi potensi estetik ini. Tidak ada pemisahan antara musik, tari atau drama. Semua unsur pertunjukan tersebut dikembangkan sedemikian rupa.
Mari kita lihat nanti, Sandiwara Pekaba akan menghadirkannya dalam formula baru,” ujar Heru yang dikutip dari S Metron Masdison.

(*/TribunPadang.com/EmilMahmudsyah)

Pimpinan Produksi : Fariq Alfaruqi
Dramaturgis : Heru Joni Putra
Direktur Artistik : S Metron Masdison
Performer : Vendo Olvalanda, Syahrul Huda, Roby Satria, Afdhal Zikri

Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved