Berita Limapuluh Kota Hari Ini
Kabut Asap Makin Pekat, Sejumlah Sapi Milik Warga di Limapuluh Kota Mati Mendadak
Sejumlah sapi milik warga di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ( Sumbar), mati mendadak.
Penulis: Saridal Maijar | Editor: Saridal Maijar
Andre Zaky menjelaskan, sebelum mati, sapi tersebut terlihat murung, mata sayu, ingus meleleh, dan tak berselera makan.
Kuat dugaan Andre, sapi-sapi yang sakit dan berujung mati mendadak ini karena terpapar kabut asap.
Di mana, kata dia, asap begitu pekat menyelimuti Limapuluh Kota sebulan terakhir.
“Kandang sapi kan di tempat terbuka saja, makanya sapi mudah terpapar asap,” ujarnya.
Ia berharap, permasalahan ini juga ada solusi dari pemerintah setempat.
• Kabut Asap Makin Tebal di Sumatera Barat Sekolah di Solok Selatan, Sijunjung, Tanah Datar Diliburkan
“Hal ini juga sudah meresahkan masyarakat yang terus dihantui rasa kekawatiran,” tegasnya.
Tak hanya sapi ternak warga, kabut asap juga sudah berdampak kepada manusia.
Andre juga merasa asap telah membuat matanya perih dan tenggorokan sakit.
"Asapnya semakin parah sekarang ini,” ujar dia.
Apalagi, warga di Jorong Lareh Nan Panjang bekerja di luar rumah sebagai petani.
“Rata-rata di sini warga ke sawah. Bahaya juga kan kalau terus-terusan bekerja menghirup asap,” ujarnya.
• Kabut Asap Makin Tebal di Padang, Pelajar Mulai Keluhkan Batuk, Kadisdik: Masih Tahap Kewaspadaan
Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di wilayah Sumbar pada Senin (23/9/2019), berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Kualitas udara di daerah ini sudah berada di atas baku mutu PM10 yang harusnya maksimal 150 ug/m3.
Namun, hingga 22 September 2019 malam, Grafik PM10 indikator polutan partikulat berada jauh di atas angka tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustrasi-sapi-mati-mendadak.jpg)