BERITA POPULER SUMBAR
POPULER SUMBAR - Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Sumbar|Ada Rumah Puisi Taufiq Ismail
Inilah deretan berita populer di kanal Sumbar TribunPadang.com sepanjang Minggu (15/9/2019) kemarin.
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Inilah deretan berita populer di kanal Sumbar TribunPadang.com sepanjang Minggu (15/9/2019) kemarin.
Ada sejumlah berita yang sangat diminati pembaca TribunPadang.com yang akan disajikan lagi ringkasannya Senin (16/9/2019) hari ini.
Untuk melihat versi berita lengkap populer Sumbar, Anda bisa klik link yang tersedia dalam tiap akhir berita.
1 Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor, Warga Sumbar Diminta Manfaatkan Kemudahan yang Diberikan
Masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) diminta untuk memanfaatkan pembebasan sanksi administratif berupa denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Non BA di Sumbar.
Kebijakan yang berlaku mulai 1 September hingga 31 Desember 2019 ini merupakan salah satu upaya agar wajib pajak taat bayar pajak.

Serta meningkatkan rasio kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak.
"Kami senantiasa memberikan kemudahan, kenyamanan, dan mendekatkan layanan kepada masyarakat," kata Kepala UPTD Samsat Padang Hidayat.
Pihaknya berharap dan mengimbau masyarakat (wajib pajak) supaya benar-benar memanfaatkan kemudahan yang diberikan.
"Pemilik kendaraan bermotor silakan manfaatkan kesempatan ini. Dan untuk yang masih mempunyai plat Non BA atau luar provinsi, silakan juga manfaatkan. Segera diproses pemindahan berkasnya dari luar provinsi," ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, mengurus mutasi kendaraan bermotor memang lumayan memakan waktu tetapi harus dilalui.
"Saya rasa masih cukup waktu untuk pencabutan berkas dari daerah asal kendaraan ke Sumbar. Jangan ditunda, segera hubungi Samsat terdekat," ungkap Hidayat.
Memang, kata Hidayat, pemilik kendaraan harus cabut berkas ke daerah asal kendaraan.
Berita selengkapnya klik di sini!
2 Cara Asyik Menikmati Rumah Puisi Taufiq Ismail di Tanah Datar Sumbar, Koleksi 8000 Judul Buku
Tribunners, berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail pengunjung akan disuguhkan dengan ratusan buku.
Manager Rumah Puisi Taufiq Ismail, Tirta mengatakan ada sekitar 8000 judul buku di Rumah Taufik Ismail ini.
"Ada 8000 judul buku. Semuanya milik pribadi Taufik Ismail," kata Tirta pada Sabtu (15/9/2019).
Rumah Puisi Taufiq Ismail terletak di Jalan Raya Padang Panjang - Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Sepuluh Koto, Aie Angek, Kec. Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
Hanya 30 menit dari pusat kota Bukittinggi bila menggunakan kendaraan pribadi.

Tepatnya jika dari Bukittinggi rumah ini letaknya di sebelah kanan jalan.
Cukup mudah diketahui dengan adanya plang bertuliskan "Rumah Puisi Taufik Ismail".
Rumah Puisi Taufiq Ismail ini berada di ketinggian, untuk sampai di gerbang rumah pengunjung harus melalui jalan yang menanjak.
Setelah melewati jalanan menanjak, disitulah Rumah Puisi Taufiq Ismail.
Berita selengkapnya klik di sini!
3 Mengenang 10 Tahun Gempa Padang 30 September 2009,BPBD Sumbar Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Sepuluh tahun lalu, gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter terjadi di Sumatera Barat (Sumbar).
Gempa tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang.

Tak hanya itu bencana juga merusak rumah, sarana kesehatan, tempat ibadah dan lainnya.
Tentu, sebagai masyarakat yang bermukim di Kota Padang yang potensi terjadi bencananya cukup tinggi, perlu refleksi ke belakang.
"Insya Allah, 10 tahun pasca gempa 2009, kita akan jadikan sebagai suatu momentum peringatan.
Acara puncak akan dilaksanakan pada 30 September 2019.
Nanti ada pameran foto, renungan, zikir, dan doa bersama," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman.
Pada momentum tersebut nantinya akan diundang masyarakat yang terdampak gempa, tokoh masyarakat, dan pegiat kebencanaan.
"Sehingga betul-betul 30 September itu menjadi suatu momentum renungan dan kita refleksi ke belakang bagaimana agar kita tidak terpuruk dalam kondisi tersebut," jelas Erman Rahman.
Kemudian ditambahkan Erman Rahman, menurut para ahli memang akan ada gempa berkekuatan 8,9 SR yang berpusat di Pulau Siberut Mentawai dan dapat menimbulkan tsunami.
Namun sebagai umat manusia, kata Erman Rahman, tidak tahu kapan akan terjadi bencana tersebut.
"Kita sebagai masyarakat yang bermukim di Kota Padang terutama yang berada di daerah Pesisir, hidup dalam ketakutan juga tidak baik. Tapi bagaimana kita selalu berdoa dan bertawakal," imbau Erman Rahman.
• BMKG: Gempa 5,3 SR di Pariaman Sumbar Dipicu Penyesaran Naik di Zona Megathrust Samudra Hindia
• POPULER SUMBAR - Perjuangan drg Romi Berbuah Manis| Gempa Mengguncang Mentawai 3.2 SR
• BREAKING NEWS - Kepulauan Mentawai Sumatera Barat Diguncang Gempa 3.2 SR
Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengingatkan pentingnya mitigasi bencana.
"Kami akan terus sosialisasi kepada masyarakat bagaimana menghadapi bencana sehingga kalau terjadi gempa tidak bertumpuk pada satu lokasi.
Tapi gunakan shelter yang ada sebab gedung yang pemerintah bangun di atas tahun 2009, itu rata-rata sudah memiliki shelter di antaranya Kantor Kajari, Bappeda, dan Masjid Raya Sumatera Barat," ungkap Erman Rahman.
Ke depan ia berharap bangunan bertingkat yang ada di daerah pesisir juga sudah memiliki shelter.
Sementara untuk Sirine peringatan tsunami, kata Erman Rahman, yang ada baru 32 unit dari kebutuhan 600 unit.
"Memang masih kurang, rencananya akan ditambah 15 unit lagi tahun 2019 ini.
Kemudian, kita akan memperbaiki sirine peringatan tsunami yang rusak dan sirine yang baru akan ditempatkan di daerah strategis," ucapnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap terjadinya bencana.
"Hidup dalam ketakutan itu tidak bagus. Kemana mau pindah? Rumah, keluarga dan mata pencarian di sini (Padang-red).
Mari berdoa dan bertawakal. Mari kita hidup harmoni dengan bencana," tutur Erman Rahman. (*)