Cara Asyik Menikmati Rumah Puisi Taufiq Ismail di Tanah Datar Sumbar, Koleksi 8000 Judul Buku
Manager Rumah Puisi Taufiq Ismail, Tirta mengatakan ada sekitar 8000 judul buku di Rumah Taufik Ismail ini.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
Muhammad Hatta (1902-1980)
Fajar Menyingsih
Merah kuning. Terang cahaya
Hening bening. Aneka surya
Bertambah tinggi wahai kau syamsu
Makin cuaca alam ilahi
Bertambah permai alam beharu
Di liput Nur waktu Pagi.
Dari gerbang melewati batu krikil putih tampak bunga bewarna-warni disetiap sisi luar Rumah Puisi Taufiq Ismail.
Di depan pintu masuk ada sebuah sepeda ontel bewarna putih.
Rumah ini berdinding kaca tanpa tirai.
Masuk melalui pintu depan, disebalah sisi kanan terdapat puluhan kursi-kursi yang berbentuk persegi sali berhadapan
"Kalau tamunya rombongan, mereka duduk di sini, lalu akan saya jelaskan. Selain itu biasanya digunakan untuk mengadakan pelatihan menulis," ungkap Tirta.
Menaiki jenjang, ada sekitar 7 rak buku berjejeran.
Tirta mengatakan ada 8000 judul buku di Rumah Taufiq Ismali ini.
"Buku-buku tersebut milik bapak pribadi. Ada buku sastra, puisi, budaya sosial dan politik, biografi juga," tambahnya.
Buku boleh dibaca ditempat, namun dilarang dibawa pulang.
Dari arah tangga ada meja kayu yang menghadap keluar.
"Itu meja bapak, biasanya kalau menulis bapak disini, kadang melihat ke arah Pandai Sikek, kampung bapak," tambahnya.
Dari meja tersebut tampak sebuah kamar, menurut Tirta itulah kamar Taufiq Ismail jika pulang ke rumah ini.
"Bapak biasanya pulang setiap bulan, kemarin ini juga pulang memotong sapi kurbannya di luar," tambahnya.