Cara Asyik Menikmati Rumah Puisi Taufiq Ismail di Tanah Datar Sumbar, Koleksi 8000 Judul Buku

Manager Rumah Puisi Taufiq Ismail, Tirta mengatakan ada sekitar 8000 judul buku di Rumah Taufik Ismail ini.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: afrizal
tribunPadang.com/RimaKurniati
Cara Asyik Menikmati Rumah Puisi Taufiq Ismail di Tanah Datar Sumbar, Koleksi 8000 Judul Buku 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tribunners, berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail pengunjung akan disuguhkan dengan ratusan buku.

Manager Rumah Puisi Taufiq Ismail, Tirta mengatakan ada sekitar 8000 judul buku di Rumah Taufik Ismail ini.

"Ada 8000 judul buku.  Semuanya milik pribadi Taufik Ismail," kata Tirta pada Sabtu (15/9/2019).

Rumah Puisi Taufiq Ismail terletak di Jalan Raya Padang Panjang - Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Sepuluh Koto, Aie Angek, Kec. Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 

Hanya 30 menit dari pusat kota Bukittinggi bila menggunakan kendaraan pribadi.

PESTA BUDAYA - Tabuik Jadi Magnet Bagi Wisatawan Sambangi Kota Pariaman, Sumatera Barat

Surau Nagari Lubuk Bauk, Kisah Buya Hamka hingga Inspirasi Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck’

Tepatnya jika dari Bukittinggi rumah ini letaknya di sebelah kanan jalan.

Cukup mudah diketahui dengan adanya plang bertuliskan "Rumah Puisi Taufik Ismail".

Rumah Puisi Taufiq Ismail ini berada di ketinggian, untuk sampai di gerbang rumah pengunjung harus melalui jalan yang menanjak.

Setelah melewati jalanan menanjak, disitulah Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Berada di dataran tinggi, siap-siap saja udara yang berhembusan akan membuat badan mengigil

Dari lokasi tersebut akan tampak daerah sekitar seperti gunung, ladang, sawah dan rumah masyarakat sekitar.

Berjalan dari arah gerbang di sisi kiri tampak potongan tulisan penulis Indonesia.

Benteng Van der Capellen Batusangkar, Saksi Bisu Pendudukan Belanda di Tanah Datar

Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan Segera Dicanangkan Jadi Museum Nasional

Misalnya saja Muhammad Hatta,  Sultan Takdir Alisyahbana,  Chairil Anwar dan beberapa penuli Indonesia lainnya.

Tulisan ini berupa kutipan seperti berikut ini.

Muhammad Hatta (1902-1980)
Fajar Menyingsih

Merah kuning. Terang cahaya
Hening bening. Aneka surya
Bertambah tinggi wahai kau syamsu
Makin cuaca alam ilahi
Bertambah permai alam beharu
Di liput Nur waktu Pagi.

Dari gerbang melewati batu krikil putih tampak bunga bewarna-warni disetiap sisi luar Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Di depan pintu masuk ada sebuah sepeda ontel bewarna putih.

Rumah ini berdinding kaca tanpa tirai.

Masuk melalui pintu depan, disebalah sisi kanan terdapat puluhan kursi-kursi yang berbentuk persegi sali berhadapan

"Kalau tamunya rombongan, mereka duduk di sini,  lalu akan saya jelaskan.  Selain itu biasanya digunakan untuk mengadakan pelatihan menulis," ungkap Tirta.

Menaiki jenjang, ada sekitar 7 rak buku berjejeran.

Tirta mengatakan ada 8000 judul buku di Rumah Taufiq Ismali ini.

"Buku-buku tersebut milik bapak pribadi. Ada buku sastra,  puisi,  budaya sosial dan politik, biografi juga," tambahnya.

Buku boleh dibaca ditempat,  namun dilarang dibawa pulang.

Dari arah tangga ada meja kayu yang menghadap keluar.

"Itu meja bapak,  biasanya kalau menulis bapak disini,  kadang melihat ke arah Pandai Sikek,  kampung bapak," tambahnya.

Dari meja tersebut tampak sebuah kamar,  menurut Tirta itulah kamar Taufiq Ismail jika pulang ke rumah ini.

"Bapak biasanya pulang setiap bulan, kemarin ini juga pulang memotong sapi kurbannya di luar," tambahnya.

Selain itu juga tampak televisi, dengan di sisi sampingnya terpajang foto-foto Taufik Ismail dan keluarga.

Menurut Tirta, sampai saat ini Taufiq Ismail telah menulis 517 puisi ,346 prosa dalam bentuk esay dan kritikan dan 96 lirik lagu.

"Puisi bapak juga sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa,  seperti Jepang,  Korea,  Cina, Inggris dan lainnya, " kata Tirta.

Dia juga mengatakan rumah ini terbuka untuk umum setiap harinya, kecuali hari Senin.

"Kita buka setiap hari, kecuali Senin, sedari jam 9 pagi sampai jam 5 sore," katanya.

Pada setiap Jumat, di Rumah Puisi Taufiq Ismail ini diadakan pelatihan menulis untuk siswa sanggar rumah puisi.

"Setiap jumat jam 2 ada pelatihan menulis, ada 30 an siswa saat ini, " katanya.

Siswa-siswa tersebut berasal dari Padang Panjang,  Bukittinggi,  Pandai Sikek dan daerah sekitarnya.

Pada hari Sabtu juga diadakan Tahfiz quran.

"Sabtunya pukul jam 9 sampai 1 ada tahfiz untuk tingkat SD sebanyak 13 orang," tambahnya.

Berdekatan dengan Rumah Puisi Taufik Ismail tersebut ada juga Museum Budaya Fadli Zon dan penginapan.(*)

 

 
 

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved