Jawaban Menohok Australia Saat Benny Wenda Minta Negeri Kangguru Ambil Tindakan Tegas Soal Papua

Australia mengakui secara penuh integritas dan kedaulatan Indonesia termasuk Papua yang menjadi bagian tak terpisahkan NKRI.

Editor: afrizal
Tangkapan layar Twitter @NatashaFatah
Wawancara Benny Wenda dengan CBC News 

Jawaban Menohok PM Australia Saat Benny Wenda Minta Negeri Kangguru Ambil Tindakan tegas Soal Papua

TRIBUNPADANG.COM - Nama Benny Wenda sedari dulu dan sekarang menghiasi berbagai kolom berita terutama di Inggris dan Australia.

Pasalnya ia kerap menebar asumsi sendiri tanpa dasar yang bisa dipertanggung jawabkan jika Indonesia melanggar HAM-lah, ini-lah, itu-lah, menyoal Papua.

Padahal dirinya sendiri tidak berada di Papua secara langsung, melihat situasi secara langsung dan hanya bisa 'koar-koar' saja nun jauh disana mengkritik Indonesia, Tanah Airnya sendiri.

Mengutip SBSNews Australia, Rabu (3/9/2019) baru-baru ini Benny Wenda meminta kepada Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison untuk mengambil tindakan tegas terhadap Indonesia perihal Papua.

4 Bule Australia Ikut Demo Papua dan Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Imigrasi Deportasi Mereka

Akibat Rusuh di Papua, Dikabarkan 7 Toko Milik Perantau Minang Terbakar

Pemprov Sumbar Ungkap Kondisi 5.000 KK Perantau Minang saat Kerusuhan di Papua dan Papua Barat

Benny Wenda yang berbicara dari Oxford, Inggris, mengatakan kondisi di Papua hampir sama dengan Timor Timur 20 tahun silam.

"Itulah sebabnya saya menyerukan intervensi PBB karena saya tidak ingin ini berakhir seperti Timor Timur," katanya.

"Saya berharap Perdana Menteri Australia akan membuat pernyataan tentang situasi saat ini. Kita perlu Australia untuk keluar dan membuat pernyataan publik tentang krisis kemanusiaan di Papua Barat," lanjutnya seperti dikutip dari SBSNews.

Wenda mengharapkan rakyat Australia akan keluar mendukung kemerdekaan Papua Barat.

"Apa yang terjadi, apakah Indonesia melakukan genosida dan ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Wenda.

"Berapa banyak orang yang perlu dibunuh agar PBB melakukan intervensi, untuk datang ke Papua Barat dan melihat apa yang terjadi?," lanjutnya.

Wawancara Benny Wenda dengan CBC News
Wawancara Benny Wenda dengan CBC News (Tangkapan layar Twitter @NatashaFatah)

Akan tetapi permintaan Wenda nampaknya tak akan pernah terwujud.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) berbicara kepada SBSNews mengatakan jika Australia mengakui secara penuh integritas dan kedaulatan Indonesia termasuk Papua yang menjadi bagian tak terpisahkan NKRI.

"Posisi kami jelas ditentukan oleh Perjanjian Lombok antara Indonesia dan Australia," lanjut pernyataan itu.

Sementara itu seorang pakar keamanan Asia Tenggara dari Universitas Daekin, Damien Kingsbury mengatakan kepada SBSNews bahwasanya negeri Kangguru tak akan pernag campur tangan masalah Papua karena perjanjian Lombok.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved