Nasional

Akibat Rusuh di Papua, Dikabarkan 7 Toko Milik Perantau Minang Terbakar

Tujuh toko milik Perantau Minang dikabarkan terbakar akibat kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
IST/TRIBUNNEWS.COM
Tampak sejumlah pertokoan di salah satu ruas jalan di Kota Jayapura pada Jumat (30/8/2019) masih ditutup warga. Kondisi ini menyebabkan warga tak dapat membeli berbagai barang kebutuhan pokok. 

Rusuh di Papua, 7 Toko Milik Perantau Minang Terbakar

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tujuh toko milik Perantau Minang dikabarkan terbakar akibat kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Rantau, Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Setdaprov Sumbar, Hilma saat dihubungi TribunPadang.com, Sabtu (31/8/2019).

"Sejauh ini kami baru mendapatkan informasi toko atas nama Ibu Rosmainar dan Bapak Jasniwarsah terbakar di Fakfak," kata Hilma.

Hilma merincikan, akibat kerusuhan di Papua Barat menghanguskan setidaknya 7 toko, di antaranya 6 toko milik Rosmainar dan 1 toko milik Jasniwarsah.

"Toko terbakar beserta barang di dalamnya," ungkap Hilma.

Hilma mengatakan ia mendapat informasi tersebut dari pengurus DPP SAS, Irwansyah.

"Kebetulan saudaranya yang menjadi korban. Kami tetap melakukan koordinasi setiap saat dengan Ketua DPW IKM Papua dan Papua Barat," ujar Hilma.

Hilma mengimbau kepada masyarakat baik di Sumbar yang dimanapun berada agar terus memberikan informasi tentang kondisi perantau Minang apabila ada korban jiwa maupun harta

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan pihaknya telah mengirim 1.250 personel tambahan ke Jayapura, Papua.

Dedi Prasetyo mengatakan, para personel didatangkan dari Polda Kalimantan Timur hingga Markas Korps Brimob.

"Salah satunya ini penambahan perkuatan, dari Polda Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Mako Korbrimob masing-masing 250 personel dalam langkah memulihkan situasi keamanan di wilayah Jayapura dan sekitarnya," tutur Dedi saat ditemui di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sebelumnya, Polri terus menambah personel yang dikirim Jumat dilakukan menyusul aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di daerah Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

Dengan penambahan ini, total personel gabungan TNI-Polri di wilayah Jayapura saat ini berjumlah 2.500 orang.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved