Nasional

Akibat Rusuh di Papua, Dikabarkan 7 Toko Milik Perantau Minang Terbakar

Tujuh toko milik Perantau Minang dikabarkan terbakar akibat kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
IST/TRIBUNNEWS.COM
Tampak sejumlah pertokoan di salah satu ruas jalan di Kota Jayapura pada Jumat (30/8/2019) masih ditutup warga. Kondisi ini menyebabkan warga tak dapat membeli berbagai barang kebutuhan pokok. 

"Jumlah total saat ini TNI-Polri (di) Jayapura 2.500 personel, itu hanya Jayapura," ujar Dedi.

Bentrokan itu diduga terjadi antara masyarakat di sepanjang garis pantai dengan di pegunungan.

Polisi menduga, ada oknum dari masyarakat gunung yang memprovokasi hingga terjadi tindakan anarkis. 

"Satu menghendaki damai, yang garis pantai, yang di gunung hanya sebagian kecil saja provokasi masyarakat untuk lakukan tindakan-tindakan anarki, itu sedang dikomunikasikan tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat," tutur dia.

Hingga saat ini, Dedi menegaskan bahwa situasi sudah kondusif.

Selain itu, aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan soft approach agar kejadian tersebut tidak terulang.

Polri juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi situasi maupun konten negatif di dunia maya.

Sebelumnya, Kamis (29/8/2019), ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Massa membakar ruko, perkantoran pemerintah, kendaraan roda dua dan roda empat, serta merusak fasilitas lainnya.

Kondisi itu membuat aktivitas di Kota Jayapura lumpuh total. 

Patroli besar-besaran 

Pada  Jumat (30/8/2019) ini, Aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli besar-besaran pascakerusuhan yang terjadi di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019) kemarin.

Patroli tersebut guna mencegah adanya konflik horizontal di Kota Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengungkapkan, kondisi di Kota Jayapura secara umum saat ini sudah kondusif.

Suasana saat ribuan pendemo ditemui Gubernur Papua Lukas Enembe di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (19/08/2019). (KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Namun masih ada sekelompok masyarakat yang berjaga-jaga di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved