Kesehatan

Terapi Kanker Payudara Ini Ternyata Obatnya Sudah tidak Ditanggung BPJS Lagi

Terapi tertarget atau trastuzumab merupakan obat kanker payudara paling efektif di Indonesia. Namun, akses obat ini terkendala oleh biayanya yang maha

Terapi Kanker Payudara Ini Ternyata Obatnya Sudah tidak Ditanggung BPJS Lagi
Kontan.co.id
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

TRIBUNPADANG.COM - Terapi tertarget atau trastuzumab merupakan obat kanker payudara paling efektif di Indonesia. Namun, akses obat ini terkendala oleh biayanya yang mahal.

Sejak 1 April 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan mengakui tidak lagi menjamin obat kanker Trastuzumab.

Alasannya karena obat Trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi.

Padahal menurut dokter spesialis Onkologi, Dr Farida Briani Sobri Sp B Onk, Trastuzumab telah melalui tahapan empat uji klinis adjuvan berskala besar dan terbukti memberikan dampak positif, yaitu meningkatkan daya hidup penderita kanker payudara kelompok HER2-positif di beberapa negara.

Dia pun mengkritisi publikasi yang menyatakan trastuzumab tidak ada indikasi medisnya.

"Padahal jelas-jelas uji klinisnya sudah dalam standar internasional dengan ribuan orang, sementara kita begitu saja menerima penelitian yang hanya 120 orang. Ya enggak seimbanglah perbandingan kajian penelitian yang diakui itu, lagian yang diuji coba di Indonesia itu dengan penderita kanker payudara stadium lanjut (metatastik)," ujarnya.

Farida menjelaskan bahwa dia tidak ingin mengecilkan harapan penderita kanker metatastik.

Namun, pada stadium lanjut, obat-obatan kanker pada umumnya memiliki pengaruh kecil.

Selain jumlah partisipan, studi yang menyebutkan trastuzumab tidak ada indikasi medisnya juga hanya memberikan terapi obat tersebut selama 6-8 bulan, sedangkan studi internasional melaksanakan terapi selama 12 bulan.

Studi juga tidak menjelaskan apakah dosis yang diberikan sudah tepat dan pemberian terapi tidak pernah mengalami keterlambatan.

Halaman
12
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved