Mengapa Musim Hujan Tahun Ini Terlambat? Ini Penjelasan BMKG Soal Musim Kemarau Panjang
Mengapa Musim Hujan Tahun Ini Terlambat? Ini Penjelasan BMKG Soal Musim Kemarau Panjang
Mengapa Musim Hujan Tahun Ini Terlambat? Ini Penjelasan BMKG Soal Musim Kemarau Panjang
TRIBUNPADANG.COM - BMKG memprediksikan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari biasanya karena musim hujan datang terlambat.
Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, apa penyebabnya?
Kompas.com menghubungi Adi Ripaldi, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG, untuk mendapatkan penjelasannya.
Adi mengatakan bahwa meskipun El-nino sudah melemah dan sudah pada kondisi netral, namun beberapa faktor lainnya juga mempengaruhi iklim di wilayah Indonesia.
• Info BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia Rabu 21 Agustus 2019, Padang Berawan Tebal
Berikut adalah El Nino dan empat faktor pengendali iklim di Indonesia lainnya yang menyebabkan kekeringan panjang pada musim kemarau tahun ini.
1. ENSO (El-Nino dan La Nina)
ENSO (El Nino-Southern Oscillation) adalah variasi lebih panas atau dingin dari suhu permukaan laut di wilayah equator tengah dan timur Samudera Pasifik yang reguler atau berkala.
ENSO ini berpengaruh terhadap variasi iklim di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis Bumi.
Periode panasnya disebut sebagai El Nino, sementara periode dinginnya disebut La Nina.
BMKG melaporkan bahwa pada Agustus 2019, anomali suhu muka laut di wilayah Samudera Pasifik bagian tengah berada pada kisaran -0,5 hingga 0,5 derajat celcius.
• Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi - Sumsel Berdampak pada Sumbar, BMKG: Penurunan Kualitas Udara
Ini menandai kondisi netral dan berakhirnya episode El Nino lemah tahun 2018/2019.
Seharusnya, jika El- Nino melemah atau berakhir, maka musim hujan akan datang sesuai normalnya.
Namun, ada 3 faktor lainnya yang menjadikan Indonesia tetap dalam kekeringan dan musim hujan terlambat.
2. IOD (Indian Ocean Dipole)