Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi - Sumsel Berdampak pada Sumbar, BMKG: Penurunan Kualitas Udara

Penurunan kualitas udara terjadi sebab dua minggu terakhir terjadi peningkatan titik panas di wilayah tengah hingga selatan Sumatera.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
Manggala Agni via Tribunpekanbaru
Pemadaman Karhutla beberapa waktu lalu di wilayah Riau. 

 Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Kototabang, Wan Dayantolis mengingatkan agar masyarakat mewaspadai penurunan kualitas udara di wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Penurunan kualitas udara terjadi sebab dua minggu terakhir terjadi peningkatan titik panas di wilayah tengah hingga selatan Sumatera.

"Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi. Sementara, pola angin menunjukan bahwa angin dari wilayah timur dan selatan Sumatera mengarah ke wilayah Sumbar," jelas Wan Dayantolis kepada TribunPadang.com, Selasa (20/8/2019).

Wan Dayantolis menambahkan menurut prakiraan curah hujan di wilayah tengah hingga selatan Sumatera pada dasarian II dan III Agustus 2019 juga rendah sehingga kemungkinan akan banyak debu di udara.

Hasil pengamatan kualitas udara di Sumatera Barat pada 18 Agustus 2019 juga menunjukkan peningkatan konsentrasi PM10 dari kondisi baik hingga sedang.

Pelantikan Anggota DPRD Sumbar Tergantung SK Kemendagri, Dijadwalkan 28 Agustus 2019

PRAKIRAAN CUACA Sumbar Hari Ini Potensi Berawan, Suhu Udara Diprediksi 18-31 Derajat Celsius

Lebih lanjut, ia menjelaskan dua minggu terakhir jumlah titik panas paling banyak terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan (202 titik), kemudian Jambi (56 titik), dan Riau (233 titik).

Namun hingga saat ini, kata dia berdasarkan satelit Lapan tidak terpantau titik api di wilayah Sumbar.

Tetapi, jika hotspot sekitar Sumbar terus meningkat dan curah hujan masih terus berkurang perlu diwaspadai dampaknya terhadap kondisi kualitas udara di wilayah Sumatera Barat.

Wilayah yang terdampak, kata dia, terutama Limapuluh Kota, Sijunjung dan Dhamasraya karena wilayah ini berbatasan langsung dengan Riau.

Andri Martoni, Kurir Air Galon Isi Ulang Wakili Sumbar di Ajang Jambore Pemuda Indonesia

Film Mandeh dan Bungo Lado Raih Penghargaan yang Berbeda di Sumbar Film Festival 2019

Ia mengatakan kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga akhir Agustus sebab potensi hujan masih cukup rendah.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi pembakaran sampah serta mengurangi terjadinya kebakaran lahan.

"Bila diperlukan masyarakat diharapkan agar menggunakan masker saat keluar rumah," ujar Wan Dayantolis. (*)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved