Gedung Joang '45 Bakal Jadi Museum Gempa dan Bencana Kota Padang

Ada rencana, Museum Gempa yang semula berada di Museum Aditywarman akan dipindahkan ke Gedung Joang '45.

Gedung Joang '45 Bakal Jadi Museum Gempa dan Bencana Kota Padang
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gedung Joang 45 

Gedung Juang 45 Bakal Jadi Museum Gempa dan Bencana Kota Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ada rencana, Museum Gempa yang semula berada di Museum Aditywarman akan dipindahkan ke Gedung Joang '45.

Gedung Joang 45 ini terletak di Jalan Pasar Mudik Nomor 50, Pasar Gadang, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Bidang cagar budaya, sejarah dan museum Dinas Pariwisata Kota Padang Maiyulnia, mengatakan saat ini Gedung Juang 45 masih dalam tahap perbaikan fisik bangunan oleh Dinas PUPR.

"Saat ini Gedung Joang 45 tersebut sedang tahap perbaikan fisik museum. Nanti setelah dinas pupr mengatakan selesai, kita akan pindahkan koleksi disana," kata Maiyulnia kepada TribunPadang.com Jumat (2/9/2019).

Sebelumnya, museum gempa dan bencana Kota Padang berada di lantai dua gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), kemudian pada Januari 2019 dipindahkan ke Museum Aditywarman.

Maiyulnita mengatakan pemindahan ini bertujuan agar museum gempa dan bencana Kota Padang menjadi museum tersendiri di Kota Padang.

"Tujuannya museum gempa dan bencana Kota Padang menjadi Museum tersendiri yang dimiliki kota Padang, selain Museum Rumah Kelahiran Bagindo Aziz Chan," tambah Maiyulnita.

Maiyulnita mengatakan setelah perbaikan diselesaikan semua koleksi museum gempa dan bencana Kota Padang akan dipindahkan ke Gedung Joang 45.

"Sekitar tiga bulan dari sekarang, semoga bisa kita resmikan," tambah Maiyulnita.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Administrasi Museum Aditywarman, Fahyu Yayetri mengatakan semua koleksi museum gempa yang ada di Museum Aditywarman sudah dipindahkan sejak beberapa bulan yang lalu.

"Sekarang museum gempa itu di bawah pemkot Padang, semua koleksinya sudah dipindahkan semenjak bulan Maret," Jelas Fahyu Yayetri

Selanjutnya, ruangan yang semula digunakan sebagai museum gempa tersebut akan dijadikan sebagai ruangan kontemporer. 

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved