Cintai Kereta Api, Tiga Sekawan Membentuk Komunitas KPKD2SB Semenjak 2010

Berawal akan keprihatinan terhadap kondisi kereta api yang kurang diminati pada 2010 silam, Anggi Andrian Latif dan d

Cintai Kereta Api, Tiga Sekawan Membentuk Komunitas KPKD2SB Semenjak 2010
ISTIMEWA/DOK. PRIBADI ANGGI
Suasana kegiatan sosialisasi yang dilakukan KPKD2SB di perlintasan kereta api (KA) di Kota Padang baru-baru ini. 

Cinta Akan Kereta Api, Tiga Sekawan Membentuk Komunitas KPKD2SB Sejak 2010

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Debi Gunawan

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Berawal akan keprihatinan terhadap kondisi kereta api yang kurang diminati pada 2010 silam, Anggi Andrian Latif dan dua orang temannya membentuk Komunitas Pecinta Api Drive 2 Sumatera Barat (KPKD2SB).

"Ketika itu, kereta api "iduik payah mati sagan" alias kurang diminati," ungkap Anggi Andrian Latif kepada TribunPadang.com, Kamis (8/8/2019).

Ketika membentuk KPKD2SB, Anggi Andrian Latif masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat satu di salah satu universitas negeri di Kota Padang.

Selain karena prihatin dengan kondisi kereta api kala itu, ia juga memiliki hobi memotret momentum segala hal yang berbau kereta api, sehingga ia tergugah untuk membentuk komunitas.

"Puas saja dan senang ketika foto kita digunakan orang lain untuk berbagai keperluan," ungkap Anggi Andrian Latif .

Bukan hanya sekadar berburu foto kereta api saja, komunitas yang beranggotakan lebih kurang 30 orang ini juga sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahayanya perlintasan kereta api ilegal.

"Kita sering melakukan sosialisasi, karena di Kota Padang, khusunya di daerah Koto Tangah, itu banyak perlintasan kereta api ilegal, sehingga sangat membahayakan," ungkap Anggi Andrian Latif .

Selain itu, apabila diminta PT Kereta Api Indonesia Drive 2 Sumatera Barat, mereka juga sering mensosialisasikan perubahan jadwal kereta lewat akun media sosial yang mereka miliki.

Anggi Andrian Latif  juga berharap kedepannya, ada koordinasi yang baik antara pihak yang berwenang, untuk meningkatkan keamanan perlintasan kereta api.

"Di beberapa jalan, memang masih ada yang belum berpalang, namun bukan jalan atau perlintasan ilegal," ungkap Anggi Andrian Latif .

Namun yang lebih penting menurut Anggi, masyarakat harus sadar akan bahayanya perlintasan ilegal dan harus bersabar ketika kereta api lewat.

"Palingan kereta lewatnya hanya beberapa menitan, jadi sebaiknya masyarakat bersabar menunggu," jelasnya.

Penulis: Debi Gunawan
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved