Sumbar

Pasaman Barat & Solok Selatan Tak Lagi Daerah Tertinggal, Kopi Arabika hingga Alpukat Ikut Berperan

Lepas dari Status Daerah Tertinggal, Begini Reaksi Pemkab Pasaman Barat dan Solok Selatan

Pasaman Barat & Solok Selatan Tak Lagi Daerah Tertinggal, Kopi Arabika hingga Alpukat Ikut Berperan
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Wagub Sumbar Nasrul Abit (tengah) didampingi Asisten Pemerintahan Pasaman Barat dan Sekretaris Daerah Solok Selatan dalam jumpa pers pengumuman pelepasan status daerah tertinggal di Sumbar, Kamis (1/8/2019) di Padang. 

Pasaman Barat dan Solok Selatan Tak Lagi Daerah Tertinggal, Kopi Arabika hingga Alpukat Ikut Berperan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan lepas dari status daerah tertinggal.

Hal itu berdasarkan SK Nomor 79 tahun 2019 yang dikeluarkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

Sekretaris Daerah Solok Selatan, Yulian Efi mengatakan, sumber perekonomian berupa perkebunan dan pertanian mendukung Solok Selatan lepas dari status daerah tertinggal.

"Secara statistik pertumbuhan ekonomi di Solok Selatan mencapai angka 5,6 hingga 5,7 persen. Angka itu secara umum dinilai cukup baik," jelas Yulian Efi.

NTP Sumbar Naik, Tapi Masih Bercokol Di Bawah Angka 100, BPS Beberkan Penyebabnya

Sementara, sektor lain yang mendukung antara lain pariwisata yang terus menggeliat.

Kemudian juga ada komoditas baru yakni kopi arabika dan robusta.

"Sektor lain yaitu pangan. Dalam beberapa tahun terakhir komoditas jagung menjadi nilai tambah pendukung ekonomi di Solok Selatan," kata Yulian Efi.

Terkait tiga desa atau nagari yang masih tertinggal, kata dia, itu sebenarnya jika ditinjau dari pendidikan dan pelayanan cukup bagus.

Halaman
123
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved