Citizen Journalism

Satu Tanah Satu Air

Akar Tanah Air kita adalah etika, norma, larangan, dan persumpahan. Saat suatu kali berkunjung ke luar daerah, contohnya saat saya ke Palu,

Satu Tanah Satu Air
Istimewa/Dok.Penrem 032 Wirabraja
Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 032 Wirabraja 

SATU TANAH SATU AIR

Penulis: Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, Danrem 032 Wirabraja

Akar Tanah Air kita adalah etika, norma, larangan, dan persumpahan.

Saat suatu kali berkunjung ke luar daerah, contohnya saat saya ke Palu, pertanyaan pertama ketika bertemu dengan warga di sana adalah, “bapak berasal dari mana?”

Saya jawab daerah asal saya. Oh daerah sana, kata lawan bicara saya, sambil menyebutkan daerah domisili saya.

Hal yang sama juga saya alami jika berada di daerah lain.

Obrolan berikutnya adalah bersejarah, bercerita tentang daerah masing-masing.

Walhasil saya selalu merasa bagaikan orang asing ketika berada di wilayah lain di luar domisili saya.

Paling tidak, warga setempat menganggap saya bukan bagian mereka, hal yang saya juga rasakan tentang mereka.

Bonus Demografi Produktif

Kondisi yang hampir sama pernah juga dialami ketika masuk ke Ambon, Kupang, Aceh, dan daerah-daerah lain di Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Emil Mahmud
Editor: Emil Mahmud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved