TOPIK
Banjir di Padang
-
Kunjungan JK ke Sumbar kali ini langsung menuju posko pengungsian korban banjir bandang di SMPN 44 Batu Busuk.
-
Setiap harinya terdapat dua unit armada Damkar Kota Padang yang dikerahkan untuk menyalurkan air bersih.
-
Perempuan berusia 70 tahun itu, pergi ke posko pengungsian untuk tidur, akibat rasa cemas banjir bandang dan tanah longsor yang masih mengancam.
-
Seorang pria lanjut usia diletakkan di atas gerobak berwarna hijau yang dipikul oleh beberapa prajurit TNI.
-
“Kami berharap bantuan alat berat untuk menutup aliran sungai dengan bebatuan, sehingga mengarah ke tempat semula,” jelasnya.
-
Warga terpaksa mendaki dengan bantuan tali dan berjalan sekitar 1 KM baru sampai di Batu Busuak.
-
“Semua yang tinggal di sini rumahnya rusak berat, bahkan ada yang hancur akibat bencana kemarin,” tutupnya.
-
Ia mengungkapkan, aktivitas memancing baru kembali dilakukan pada hari ini, setelah nelayan setempat hampir dua bulan tidak melaut.
-
“Kalau kondisi seperti ini, sampai dua bulan ke depan kami juga belum bisa menangkap ikan dengan jaring pukat maupun jaring payang,” ujarnya.
-
“Kami tidak bisa beraktivitas. Semua kegiatan terhenti karena terhalang kayu-kayu ini,” kata Anwar kepada TribunPadang.com.
-
"Penyebabnya karena tergerus banjir akibat debit air meningkat. Banjir itu terjadi karena curah terlalu tinggi," ungkapnya.
-
Kata Syahrul, sebelumnya jalan terban di lokasi tersebut hanya berkisar 30 meter, namun bertambah pasca banjir Rabu hingga Kamis (10-11/12/2025).
-
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir menjadi perhatian serius.
-
Banjir yang mengenai rumah Erma juga membawa lumpur dan berdampak pada penanak nasi, kulkas dan barang lainnya yang rusak.
-
Akibatnya beberapa titik jalan putus tepatnya di atas jembatan Lubuk Kabun sebelum menuju Batu Busuk.
-
Salah satu warga Kelurahan Kapalo Koto bernama Syaiful menuturkan air sungai kembali naik sejak semalam.
-
"Warga yang berada di lokasi aliran sungai setiap saat memantau, agar mengetahui apakah debit air terus bertambah," sebutnya.
-
"Diimbau kepada masyarakat untuk menghindar dan menjauh dari aliran sungai, karena keadaan hulu awan hitam cukup tebal," ujarnya.
-
“Sudah sepuluh hari saya menetap disini badan terasa sudah mulai pegal dan batuk karena debu yang berterbangan,” ucapnya.
-
Senyum yang ia lontarkan bukan menandakan kegembiraan, melainkan luka mendalam usai rumahnya hancur akibat banjir bandang.
-
Sebanyak 50 relawan tiba dengan perlengkapan lengkap: sekop, selang, cangkul, gerobak dorong dan logistik lapangan.
-
Bahan bangunan yang telah sampai di lokasi kini dimanfaatkan relawan dan warga untuk membangun huntara secara gotong royong.
-
"Iya, imbauan ini ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai, karena keadaan cuaca," jelasnya.
-
"Iya, saat ini turun hujan dan debit air naik, saya cemas jika terjadi bencana," ungkapnya saat memberikan keterangan.
-
Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat atau Kejati Sumbar peduli bencana alam Sumatra Barat kembali hadir
-
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar mencapai 193 orang.
-
Sejumlah pengungsi korban banjir bandang di Guo, Kuranji, Kota Padang, keluhkan harus menunjukkan KTP
-
Sebanyak 76 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang terdampak bencana alam.
-
Lurah Kuranji Syafrizal, mengatakan sekolah itu terdampak banjir hampir mencapai satu meter, seluruh bangunan kelas dan ruang guru terdampak.
-
Di lokasi Darmi tinggal, ada sembilan rumah yang terdampak banjir bandang, kesembilan rumah itu merupakan rumah keluarganya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved