Banjir di Padang

Tangis Darmi Pecah Mengenang Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang di Guo Kuranji

Di lokasi Darmi tinggal, ada sembilan rumah yang terdampak banjir bandang, kesembilan rumah itu merupakan rumah keluarganya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANJIR BANDANG- Darmi (50), korban banjir bandang di Guo Lubuk Tampuruang saat ditemui di posko Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Darmi berharap bisa mendapat bantuan berupa rumah setelah bangunan yang menjadi tempat tinggalnya bersama keluarganya hancur diterjang banjir bandang. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga Guo, Kecamatan Kuranji, bernama Darmi harus tinggal di posko pengungsian akibat rumahnya hancur diterjang banjir bandang.
  • Setiap hari, Darmi melihat sisa rumahnya yang sudah hancur untuk memastikan apakah masih ada yang bisa diselamatkan.
  • Darmi berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau perantau dan masyarakat luas untuk membantunya kembali membangun rumah.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejak subuh Darmi (50) sudah terbangun di posko pengungsian Harmoni, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Ia menunaikan ibadah salat Subuh dan bersiap untuk berkunjung ke rumahnya, Senin (1/12/2025).

Menggunakan sepeda motor matic yang selamat dari amukan aliran air Lubuk Tampuruang, Jumat (28/11/2025), ia menempuh jalan aspal yang sudah bercampur tanah, menghindari badan jalan yang hampir amblas, menuju rumah.

“Sejak hari Jumat, saya berada di posko pengungsian, hati dan pikiran saya masih di rumah, di tanah warisan dari keluarga,” ujarnya menggunakan pakaian yang baru dipilihnya dari tumpukan pakaian di posko pengungsian.

Kedatangannya ke rumah kali ini, bukan untuk bersantai, menonton TV atau memasak nasi, tapi meratapi puing-puing yang tersisa, pakaian dan perabotan yang belum hanyut.

Baca juga: BREAKING NEWS Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Padang Pariaman Siang Ini

Jika dua hari terakhir ia mengumpulkan barang-barang yang tersisa di sepanjang aliran sungai, per hari ini ia sibuk untuk membersihkan barang tersebut.

“Tadi saya membersihkan baju yang terkena lumpur, sambil memastikan apakah masih ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Di lokasi Darmi tinggal, ada sembilan rumah yang terdampak banjir bandang, kesembilan rumah itu merupakan rumah keluarganya.

Di antaranya, rumah dua kakaknya, dan rumah keponakan atau anak dari kakaknya.

Semua rumah itu hancur dalam dua kali sapuan banjir bandang yang melanda daerah tersebut.

Malam Panjang Bagi Darmi dan Keluarga

banjir bandang Guo Kuranji 2 1/12/2025
BANJIR BANDANG- Kondisi terkini pasca banjir bandang di Guo, Lubuk Tampuruang, Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar, Senin (1/12/2025). Banyak jalan rusak, rumah hanyut, tergenang dan lahan pertanian lenyap.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (27/11/2025) debit air sudah mengalami peningkatan, namun sifatnya masih naik turun, sehingga tidak ada kecemasan berlebih dari keluarganya.

Meski memiliki rumah di bantaran sungai, setahu Darmi, aliran air di daerah tersebut tidak pernah terlalu besar, paling banter hanya menggenangi jalan.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Perubahan Iklim Nyata, Pemerintah Harus Berfungsi Jaga Lingkungan

Namun, kali ini berbeda, debit air meningkat drastis sekitar pukul 03.00 WIB, bagian belakang rumah Darmi dihantam dan habis.

Warga lainnya yang rumahnya ikut terdampak Misrawati, membenarkan bahwa debit air kali ini memang diluar perkiraan masyarakat.

“Kami tidak menyangka, tapi memang begitu adanya. Tidak ada yang selamat, hanya dua unit sepeda motor. Selebihnya habis,” ujarnya.

Air baru meratakan rumah Darmi dan Misrawati sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (29/11/2025).

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved