Banjir di Padang
Tangis Darmi Pecah Mengenang Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang di Guo Kuranji
Di lokasi Darmi tinggal, ada sembilan rumah yang terdampak banjir bandang, kesembilan rumah itu merupakan rumah keluarganya.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Seorang warga Guo, Kecamatan Kuranji, bernama Darmi harus tinggal di posko pengungsian akibat rumahnya hancur diterjang banjir bandang.
- Setiap hari, Darmi melihat sisa rumahnya yang sudah hancur untuk memastikan apakah masih ada yang bisa diselamatkan.
- Darmi berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau perantau dan masyarakat luas untuk membantunya kembali membangun rumah.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejak subuh Darmi (50) sudah terbangun di posko pengungsian Harmoni, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Ia menunaikan ibadah salat Subuh dan bersiap untuk berkunjung ke rumahnya, Senin (1/12/2025).
Menggunakan sepeda motor matic yang selamat dari amukan aliran air Lubuk Tampuruang, Jumat (28/11/2025), ia menempuh jalan aspal yang sudah bercampur tanah, menghindari badan jalan yang hampir amblas, menuju rumah.
“Sejak hari Jumat, saya berada di posko pengungsian, hati dan pikiran saya masih di rumah, di tanah warisan dari keluarga,” ujarnya menggunakan pakaian yang baru dipilihnya dari tumpukan pakaian di posko pengungsian.
Kedatangannya ke rumah kali ini, bukan untuk bersantai, menonton TV atau memasak nasi, tapi meratapi puing-puing yang tersisa, pakaian dan perabotan yang belum hanyut.
Baca juga: BREAKING NEWS Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Padang Pariaman Siang Ini
Jika dua hari terakhir ia mengumpulkan barang-barang yang tersisa di sepanjang aliran sungai, per hari ini ia sibuk untuk membersihkan barang tersebut.
“Tadi saya membersihkan baju yang terkena lumpur, sambil memastikan apakah masih ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.
Di lokasi Darmi tinggal, ada sembilan rumah yang terdampak banjir bandang, kesembilan rumah itu merupakan rumah keluarganya.
Di antaranya, rumah dua kakaknya, dan rumah keponakan atau anak dari kakaknya.
Semua rumah itu hancur dalam dua kali sapuan banjir bandang yang melanda daerah tersebut.
Malam Panjang Bagi Darmi dan Keluarga
Sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (27/11/2025) debit air sudah mengalami peningkatan, namun sifatnya masih naik turun, sehingga tidak ada kecemasan berlebih dari keluarganya.
Meski memiliki rumah di bantaran sungai, setahu Darmi, aliran air di daerah tersebut tidak pernah terlalu besar, paling banter hanya menggenangi jalan.
Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Perubahan Iklim Nyata, Pemerintah Harus Berfungsi Jaga Lingkungan
Namun, kali ini berbeda, debit air meningkat drastis sekitar pukul 03.00 WIB, bagian belakang rumah Darmi dihantam dan habis.
Warga lainnya yang rumahnya ikut terdampak Misrawati, membenarkan bahwa debit air kali ini memang diluar perkiraan masyarakat.
“Kami tidak menyangka, tapi memang begitu adanya. Tidak ada yang selamat, hanya dua unit sepeda motor. Selebihnya habis,” ujarnya.
Air baru meratakan rumah Darmi dan Misrawati sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (29/11/2025).
| Imbas Banjir Bandang di Batu Busuk Padang: Bisnis Kos-kosan Sepi, Penghuni Pilih Pindah Usai Bencana |
|
|---|
| Tekad Korban Banjir Bandang di Padang: Enggan Berharap Bantuan, Pilih Buka Warung Sambung Hidup |
|
|---|
| Pemko Padang Siapkan Rp100 M untuk Atasi Banjir, Fokus Benahi Titik Genangan di Gajah Mada & Rawang |
|
|---|
| Tanggul Guo Lapau Munggu Jebol Lagi, Pemko Padang Siapkan Solusi Permanen |
|
|---|
| Kondisi Banjir Kampung Guo Padang: Sempat Setinggi Pinggang, Kini Sisakan Lumpur Sebetis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Korban-banjir-bandang-di-Kuranji-Padang-1122025.jpg)