Semen Padang FC

Semen Padang Diterpa Badai Cedera Jelang Hadapi Persijap: Wakaso, Irsyad dan Samuel Dipastikan Absen

“Ada beberapa pemain yang belum bisa bergabung seperti Wakaso, Irsyad, dan Samuel karena cedera. Tapi itu bukan alasan bagi kami,” ujar Imran.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BRI SUPER LEAGUE- Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury (tengah), bersama pemain Firman Juliansyah (kanan) memberikan keterangan kepada awak media saat jumpa pers jelang laga menghadapi Persijap Jepara di kompleks Mes Indarung Semen Padang, Minggu (19/4/2026). Semen Padang FC menargetkan tiga poin saat tampil di kandang pada pekan ke-28 BRI Super League. 

Pada pertemuan putaran pertama lalu, Semen Padang FC sukses mencuri kemenangan 2-1 di kandang Persijap Jepara. Hasil tersebut diharapkan bisa kembali terulang saat bermain di hadapan publik sendiri.

The Kmers Ancam Boikot Seluruh Laga Sisa Semen Padang FC

Kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers Mania, mengeluarkan pernyataan tegas menjelang laga kandang kontra Persijap Jepara. Mereka menyatakan akan melakukan aksi boikot sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen klub.

Dirigen The Kmers Mania, Bule, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi tim yang dinilai tidak kunjung membaik, serta sikap manajemen yang dianggap tidak terbuka terhadap kritik.

“Melihat kondisi tim saat ini, serta sikap manajemen yang cenderung anti kritik, kami sangat menyayangkan hal tersebut. Sikap yang ditunjukkan justru terkesan mencari kambing hitam tanpa menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini kritik yang disampaikan suporter kerap diabaikan. Padahal, suporter merupakan bagian penting dalam perjalanan klub.

Baca juga: Head to Head Semen Padang FC vs Persijap Jepara, Misi Kabau Sirah Perbesar Peluang Keluar Zona Merah

“Setiap kami mengkritik, seakan selalu diabaikan. Suporter yang selama ini setia mendukung justru dianggap tidak berguna, dengan pendekatan yang arogan dan tidak mencerminkan profesionalitas,” tambahnya.

Bule juga menyoroti minimnya transparansi manajemen terkait kondisi internal klub. Menurutnya, meski telah terjadi sejumlah perombakan, hasil yang diraih belum memuaskan.

“Kami menuntut keterbukaan, baik terkait masalah finansial maupun persoalan lain di dalam klub. Banyak janji perubahan dari petinggi klub, tetapi hingga kini belum terlihat realisasinya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya milik pengelola, tetapi juga milik suporter dan masyarakat. Karena itu, pihaknya meminta adanya perubahan sikap dari manajemen.

Baca juga: Semen Padang FC Evaluasi Total Jelang Lawan Persijap, Imran: Menang atau Kalah Tetap Dievaluasi

“Arogansi dan sikap anti demokratis harus dihilangkan. Jika tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, sebaiknya memberi ruang kepada pihak yang lebih kompeten,” katanya.

Sementara itu, Humas dan Infokom The Kmers Mania, Agung Putra, menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan boikot pada laga Semen Padang FC melawan Persijap Jepara, serta pertandingan selanjutnya dalam waktu yang belum ditentukan.

“Bentuk boikot yang kami lakukan adalah tidak memasuki tribun saat pertandingan berlangsung. Kami juga akan menyiapkan aksi berupa spanduk berisi kekecewaan,” ujarnya.

Agung memastikan aksi tersebut akan dilakukan pada hari pertandingan sebagai bentuk protes terbuka kepada manajemen klub.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved