Antre Panjang Truk di SPBU

Antrean Solar Masih Mengular di Padang, Sopir Truk Rela Tunggu Berjam-jam Demi BBM Subsidi

Antrean kendaraan angkutan barang kembali mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatra Barat.

Tayang:
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
ANTRE SOLAR - Antrean kendaraan angkutan barang kembali mengular di sejumlah SPBU di Kota Padang, Sumatra Barat. Pemandangan ini salah satunya terlihat di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, pada Minggu (31/5/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan angkutan barang kembali mengular di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Minggu (31/5/2026) pagi yang didominasi truk-truk besar pengangkut logistik dan material.
  • Selain truk, satu unit bus antarkota juga terlihat ikut mengantre. Kondisi serupa juga terjadi pada jalur Pertalite yang dipenuhi kendaraan roda dua.
  • Para sopir mengaku harus menunggu sekitar satu jam untuk mendapatkan giliran pengisian BBM.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Antrean kendaraan angkutan barang kembali mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang, Sumatra Barat.

Pemandangan ini salah satunya terlihat di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, pada Minggu (31/5/2026) pagi.

Berdasarkan pengamatan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi sekitar pukul 10.07 WIB, antrean kendaraan didominasi oleh truk-truk besar penandatangan angkutan logistik dan material.

Antrean mengular cukup panjang hingga memakan sebagian badan jalan raya di sekitar kawasan tersebut.

Baca juga: Pengunjung Membludak di Festival Kuliner Padang, Live Music hingga Menu Jumbo Jadi Daya Tarik

Bus dan Motor Ikut Padati Jalur Pengisian BBM

Tidak hanya truk angkutan barang, satu unit bus antarkota juga tampak terselip di antara barisan kendaraan yang tengah menanti giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Kondisi padatnya pengisian bahan bakar tidak hanya terjadi pada jalur solar. Di sisi lain SPBU, antrean panjang juga terlihat pada jalur pengisian Pertalite yang didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Meski terjadi antrean yang mengular hingga ke area luar SPBU, sejumlah sopir menganggap kondisi pada akhir pekan ini masih relatif lebih kondusif dibandingkan hari-hari biasanya. Faktor momentum libur panjang disinyalir menjadi penyebabnya.

Suasana sepi di jalan raya perkotaan karena bertepatan dengan nuansa libur Idul Adha membuat volume kendaraan yang mengantre sedikit berkurang, sehingga pergerakan antrean dirasa lebih cepat oleh para pengemudi.

Sopir Harap Stok Solar Tidak Habis di Tengah Antrean

Alfan Sofian, salah seorang sopir truk yang sehari-hari mengangkut pasir, mengaku sudah terbiasa dengan ritme antrean komoditas solar ini. Bagi Alfan, waktu tunggu yang dihabiskannya pagi itu masih dalam batas wajar.

"Pagi ini antrean tidak terlalu panjang. Kalau cuma mengantre sekitar satu jam, bagi kami yang mencari solar itu sudah menjadi hal yang biasa," ujar Alfan saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Dirlantas Polda Sumbar Kombes Reza Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia, Sebut Peluang Menang 70 Persen

Ia sengaja menyiasati waktu dengan mendatangi SPBU pada pagi hari guna menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah pada siang atau sore hari.

Sopir Akui Harus Bersabar Saat Antrean Panjang

Senada dengan Alfan, sopir truk lainnya bernama Naldi juga mengaku sudah menghabiskan waktu sekitar satu jam di dalam barisan antrean kendaraan tersebut.

Naldi menuturkan bahwa ketidakpastian ketersediaan stok solar di tingkat pengecer atau SPBU menjadi tantangan tersendiri bagi profesi sopir angkutan barang saat ini.

Ia hanya bisa berharap nasib baik berpihak kepadanya pagi ini, sehingga ia bisa mendapatkan pasokan bahan bakar yang cukup untuk melanjutkan operasional kerjanya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved