Kebakaran di Bukittinggi
Diduga Masuk Lagi Saat Api Membesar, Lansia Tewas dalam Kebakaran Rumah di Bukittinggi
Korban berusia sekitar 70 tahun itu diduga kembali masuk ke dalam rumah saat api mulai membesar.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Lansia di Bukittinggi tewas saat rumah terbakar, diduga masuk lagi ke dalam.
- Korban disebut sempat keluar, lalu memaksa masuk karena ingin ambil sesuatu.
- Saksi melihat api muncul dari dapur, rumah kayu bikin kobaran cepat meluas.
- Pemadaman terkendala akses sempit, mobil damkar sulit mencapai titik api.
- Enam armada, puluhan personel, hingga warga turun tangan atasi kebakaran.
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Seorang lansia bernama Isra Wati Rabait alias Ijah meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah semi permanen di kawasan Parak Kopi, Jalan Setia Budi, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Kamis (28/5/2026).
Korban berusia sekitar 70 tahun itu diduga kembali masuk ke dalam rumah saat api mulai membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 10.52 WIB.
Personel Regu Yudha langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar satu menit kemudian.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Joni Feri.
Baca juga: Pemko Padang Salurkan Daging Kurban DMDI ke Ratusan KK Huntara Lubuk Buaya
Korban Diduga Kembali Masuk ke Rumah
Joni Feri menjelaskan, berdasarkan informasi di lapangan, korban sebenarnya sempat keluar dari rumah saat kebakaran mulai terjadi.
Namun korban diduga kembali masuk ke dalam rumah karena ingin mengambil sesuatu.
“Info di lapangan, korban awal kejadian sudah keluar rumah. Namun karena ada sesuatu yang mau diambilnya dan tidak mau dilarang, korban memaksa diri masuk lagi,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah semi permanen hangus terbakar dan api juga merusak bagian atap rumah di sebelahnya.
Baca juga: Disdik Sumbar Telusuri Video Viral Guru SMA di Pesisir Selatan Diamankan Warga Diduga Asusila
Api Diduga Berasal dari Dapur
Sementara itu, Kepala Markas PMI Bukittinggi Akmal Musyarif mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah korban.
“Informasi dari saksi, api terlihat menyebar dari dapur. Api cepat membesar karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu,” katanya.
PMI Bukittinggi turut melakukan asesmen, menyiagakan layanan medis dan ambulans di lokasi kejadian.
Akmal menyebut rumah yang terbakar dihuni dua kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Baca juga: Warga Gerebek Guru SMA di Pesisir Selatan Diduga Berbuat Asusila, Kadisdik Cek Video Viral
Akses Sempit Hambat Pemadaman
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Petugas menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat dengan akses jalan sempit sehingga kendaraan damkar sulit menjangkau titik api.
“TKP berada di pemukiman padat dan tidak bisa dilalui kendaraan damkar,” kata Joni Feri.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, DPKP Bukittinggi mengerahkan enam unit armada dan 30 personel. Bantuan juga datang dari Damkar Agam dengan dua unit armada dan tujuh personel.
Selain petugas damkar dan PMI, unsur TNI, Polri, PLN, serta masyarakat sekitar turut membantu proses penanganan kebakaran. (*)
| Update Kebakaran di Bukittinggi, 4 Bangunan dan 17 Ruko Terdampak |
|
|---|
| Kebakaran Bukittinggi: Usai Bukit Apit Puhun, Si Jago Merah Kembali Mengamuk di Tarok Dipo Sore Ini |
|
|---|
| Kebakaran di Bukit Apit Puhun Bukittinggi Jumat Siang, 4 Petak Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar |
|
|---|
| Mobil L300 dan Bangunan Darurat Hangus Terbakar di Bukittinggi, Damkar Kerahkan Dua Armada |
|
|---|
| Coffee Shop di Bukittinggi Habis Dilumat Api, Mobil Damkar Sempat Terjebak Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KEBAKARAN-RUMAH-Kobarandumah-semi-ddKda-Isra-Wati-Rabait-mend.jpg)