Bencana Tanah Datar

Update Banjir Tanah Datar: 122 Rumah Terdampak di Tengah Masa Pemulihan

"Banjir di Kabupaten Tanah Datar mengakibatkan 275 KK atau 252 jiwa serta 122 unit rumah terdampak," ujar Abdul Muhari.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BPBD Tanah Datar
BENCANA TANAH DATAR- Foto udara banjir yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (13/5/2026). Ketika bencana banjir terjadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih berada pada masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Update banjir di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.
  • BNPB mencatat 122 unit rumah terdampak.
  • Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, namun terdapat wilayah yang masih sulit diakses akibat jembatan putus.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Provinsi Sumatera Barat kembali menghadapi tantangan serius setelah banjir melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Rabu (13/5/2026).

Kejadian ini menjadi sorotan utama dalam laporan perkembangan situasi bencana nasional yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk periode 13-14 Mei 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir melanda wilayah Tanah Datar, pada Rabu.

"Banjir di Kabupaten Tanah Datar mengakibatkan 275 KK atau 252 jiwa serta 122 unit rumah terdampak," ujar Abdul Muhari, dalam keterangan resminya pada Kamis (14/5/2026).

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Tambang Emas di Sijunjung Makan Korban hingga Dampak Banjir di Tanah Datar

Kata dia, pendataan masih terus dilakukan. Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, namun terdapat wilayah yang masih sulit diakses akibat jembatan putus.

Ketika bencana banjir terjadi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih berada pada masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu.

Status tersebut masih berjalan, yang terhitung sejak 28 Desember 2025 hingga 31 Juli 2026 nanti. 

Laporan Bencana di Wilayah Lain: Kekeringan hingga Gerakan Tanah

Selain di Sumatera Barat, BNPB juga mengoordinasikan penanganan di sejumlah titik lain yang mengalami berbagai jenis bencana.

BNPB juga mencatat adanya bencana di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia dalam periode 13-14 Mei 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, tercatat sebanyak 11 kejadian bencana. Dari jumlah tersebut, terdapat 5 kejadian menonjol termasuk di Sumbar.

Pantauan Aktivitas Vulkanik dan Cuaca

Selain pemantauan kejadian bencana, BNPB juga terus memantau aktivitas gunung api berdasarkan laporan PVMBG.

Hingga Rabu, tercatat tiga gunung api berada pada status Level III (Siaga), yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, antara lain Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: 4 Berita Populer Padang: Update Banjir di Arai Pinang, Penangkapan Pelaku Pencurian Kabel dan HP

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, gerakan tanah, cuaca ekstrem hingga kekeringan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD dan BMKG, serta segera melakukan langkah antisipasi dan evakuasi apabila terjadi peningkatan ancaman bahaya.

Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved