BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Sapi Kurban Presiden, Dua Jemaah Haji Wafat dan Jembatan Batang Mimpi

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan jumlah bantuan sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto,

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
SAPI KURBAN PRESIDEN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (5/5/2026). Penyaluran sapi kurban bantuan Presiden RI di Sumatera Barat pada Idul Adha 2026 akan difokuskan ke masjid-masjid di kabupaten dan kota, dengan skema distribusi yang diatur langsung oleh pemerintah pusat. 

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meninjau langsung lokasi proyek tersebut pada Senin (4/5/2026).

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan pengerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan tersebut, Annisa menekankan pentingnya aspek keamanan struktur jembatan. Menurut dia, infrastruktur yang dibangun dengan dana publik harus memiliki daya tahan jangka panjang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lintas generasi.

Baca juga: Bupati Annisa Suci Ramadhani Lepas 83 Jemaah Haji Dharmasraya, Titip Doa untuk Kemajuan Daerah

INFRASTRUKTUR - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus memacu penyelesaian infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan. Salah satu fokus utama adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, yang diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi komoditas perkebunan warga.
INFRASTRUKTUR - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus memacu penyelesaian infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan. Salah satu fokus utama adalah kelanjutan pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, yang diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi komoditas perkebunan warga. (TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya)

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp489 juta pada tahun anggaran ini.

Dana tersebut dikhususkan untuk pekerjaan lanjutan yang bersifat krusial bagi ketahanan jembatan.

Fokus utama pekerjaan saat ini adalah pemasangan batu bronjong pada area sekitar fondasi. Langkah ini diambil sebagai respons teknis terhadap karakteristik Sungai Batang Mimpi yang kerap mengalami peningkatan debit air secara signifikan saat curah hujan tinggi di hulu.

Pemasangan bronjong berfungsi sebagai dinding penahan tanah yang fleksibel namun kuat.

Struktur ini diharapkan mampu meredam energi gerusan arus sungai (erosi lateral) yang berpotensi melemahkan integritas fondasi utama jembatan jika dibiarkan tanpa pengamanan.

Baca juga: Semen Padang FC Turunkan Harga Tiket Laga Kandang, Tribun Timur Jadi Rp 20 Ribu, Cek Rinciannya

"Pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan akses produksi tetap lancar dan, yang paling penting, aman untuk dilewati," ujar Annisa di sela-sela peninjauannya.

Kehadiran jembatan ini dinilai sangat strategis mengingat posisinya yang menghubungkan area permukiman dengan kawasan perkebunan rakyat.

Selama ini, kendala logistik sering kali menjadi hambatan bagi petani dalam memasarkan hasil bumi mereka ke pusat pengolahan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Anggota DPRD Dharmasraya Teddy Wallian dan Kepala Dinas PUPR Zakirman. Kehadiran legislatif dan eksekutif secara bersamaan menunjukkan adanya keselarasan visi dalam pembangunan infrastruktur daerah.

Baca juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Didominasi Hujan Ringan Hari Ini, Suhu Capai 30 Derajat

Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Zakirman, menjelaskan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan selama proses pengerjaan bronjong. Pihaknya berupaya agar kualitas material dan kerapian pemasangan sesuai dengan standar teknis pekerjaan air.

Apresiasi juga datang dari pemangku adat setempat. Tokoh masyarakat Nagari Sikabau, Herianto , menyatakan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat petani.

"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah merealisasikan aspirasi ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi perekonomian bagi kami," kata Herianto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di kawasan tersebut bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.

Keberadaan jembatan yang representatif akan memangkas biaya angkut dan waktu tempuh distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.

Pemerintah daerah berharap, dengan rampungnya penguatan fondasi ini, mobilitas warga tidak lagi terkendala oleh faktor cuaca atau kondisi jalan yang labil.

Kelancaran arus barang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nagari Sikabau. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved