Idul Adha 2026
Sapi Kurban Presiden Prabowo di Sumbar Diprioritaskan ke Masjid yang Belum Pernah Terima Bantuan
Penyaluran sapi kurban bantuan Presiden RI di Sumatera Barat pada Idul Adha 2026 akan difokuskan ke masjid-masjid di kabupaten dan kota,
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Sapi kurban Presiden disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota di Sumbar
- Tiap daerah hanya dapat satu ekor, lokasi pemotongan sudah ditentukan
- Masjid yang belum pernah terima bantuan jadi prioritas utama
- Sekretariat Presiden beri arahan khusus soal penerima bantuan
- Koordinasi daerah jadi kunci agar penyaluran tepat sasaran
TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Penyaluran sapi kurban bantuan Presiden RI di Sumatera Barat pada Idul Adha 2026 akan difokuskan ke masjid-masjid di kabupaten dan kota, dengan skema distribusi yang diatur langsung oleh pemerintah pusat.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumbar, Hilman, mengatakan setiap daerah akan menerima satu ekor sapi kurban yang nantinya dipotong di lokasi yang telah ditentukan.
“Setiap kabupaten dan kota mendapat satu ekor sapi. Pemotongannya dilakukan di masjid yang dipilih di masing-masing daerah,” ujar Hilman saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Disnakkeswan Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi pemotongan dilakukan dengan mempertimbangkan penerima bantuan sebelumnya.
Baca juga: Motivasi Siswa ala Kapolres Mentawai di SDN 16 Tuapejat, Bagi Resep Pesan 3B
Masjid yang pernah menerima bantuan presiden pada tahun lalu umumnya tidak lagi menjadi prioritas.
“Dari Sekretariat Presiden disarankan agar masjid yang dipilih adalah yang belum menerima bantuan pada tahun sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, sapi kurban bantuan presiden biasanya akan disalurkan ke Masjid Raya Sumatera Barat.
Selain mengatur distribusi, pemerintah juga memastikan kesiapan daerah dalam menyediakan sapi yang sesuai kriteria, mulai dari jenis hingga bobot.
“Jenis sapi bisa beragam tergantung ketersediaan di daerah. Yang penting memenuhi syarat seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat,” ujarnya.
Hilman menambahkan, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota menjadi kunci dalam kelancaran penyaluran bantuan tersebut.
Baca juga: Manajemen Minta Maaf Usai Semen Padang FC Degradasi, Tetap Fokus Tuntaskan Musim
“Kita terus berkoordinasi agar proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Pilih Bobot Besar
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumbar, Hilman, mengatakan total sapi kurban bantuan presiden untuk Sumbar berjumlah 20 ekor.
“Untuk Sumatera Barat, kita punya 19 kabupaten dan kota. Masing-masing mendapatkan satu ekor, ditambah satu ekor untuk provinsi. Jadi totalnya 20 ekor,” ujar Hilman saat diwawancarai TribunPadang.com di Kantor Disnakkeswan Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah sapi tahun ini sama dengan tahun lalu,” katanya.
Terkait kriteria, Hilman menjelaskan jenis sapi kurban bantuan presiden cukup beragam, tergantung ketersediaan di masing-masing daerah.
Baca juga: Harga Minyakita di Pasar Raya Padang Stabil, Pedagang Tak Berani Naikkan Harga Karena Takut Komplain
“Bisa peranakan ongole, limosin, simental, brahman, angus, bali, aceh, pesisir, hingga sapi lokal lainnya. Itu tergantung kabupaten dan kota yang menyediakan,” ujarnya.
Selain jenis, sapi yang dipilih juga harus memenuhi syarat umur minimal dua tahun, yang ditandai dengan pergantian gigi.
"Ciri sapi sudah dua tahun itu bisa dilihat dari giginya, sudah berganti dua pasang. Selain itu harus jantan dan tidak dikebiri,” jelasnya.
Untuk bobot, Kementerian Pertanian menetapkan berat ideal sapi kurban bantuan presiden minimal mencapai 1 ton atau 1.000 kilogram.
Namun, jika tidak memungkinkan, bobot minimal masih ditoleransi di atas 800 kilogram.
Baca juga: Pemkab Dharmasraya Percepat Pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Sikabau
“Kalau tidak sampai satu ton, bisa digabung dua ekor sapi dengan total bobot di atas satu ton, asalkan tidak terlalu jauh perbedaan beratnya,” kata Hilman.
Ia menambahkan, penyaluran sapi kurban akan dilakukan di masing-masing kabupaten dan kota, sesuai arahan Sekretariat Presiden.
“Sapi dipotong di daerah masing-masing, di masjid yang ditunjuk, terutama yang tahun lalu belum menerima bantuan presiden. Sementara untuk tingkat provinsi di Masjid Raya,” ujarnya.
Dalam hal pengawasan, Disnakkeswan Sumbar bekerja sama dengan petugas di kabupaten kota untuk memastikan kondisi hewan sesuai standar.
“Setiap sapi wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Itu menjamin sapi dalam kondisi sehat dan bebas penyakit,” katanya.
Baca juga: Semen Padang FC Turunkan Harga Tiket Laga Kandang, Tribun Timur Jadi Rp 20 Ribu, Cek Rinciannya
Hilman menegaskan, selain sehat, sapi kurban juga harus tidak cacat serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis sebelum disalurkan.
“Koordinasi terus kita lakukan dengan kabupaten dan kota, karena mereka yang mengetahui kriteria di lapangan. Yang jelas harus sehat, cukup umur, tidak cacat, dan memiliki SKKH,” tutupnya. (*)
Sapi Kurban Presiden Prabowo
sapi kurban presiden
Prabowo Subianto
Disnakkeswan Sumbar
Idul Adha 2026
| Disnakkeswan Sumbar Jamin Sapi Kurban Bantuan Presiden Sehat dan Layak Sembelih pada Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Presiden Prabowo Kirim 20 Sapi Kurban ke Sumbar, Tiap Daerah Dapat Satu Ekor Berat Minimal 800 Kg |
|
|---|
| Pemko Padang Mulai Sosialisasi Hewan Kurban Sehat, Sapi yang Layak Bakal Diberi Label Khusus |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Prioritaskan Sapi Lokal untuk Hewan Kurban, Dorong Perputaran Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Dorong OPD hingga BUMN Donasi Satu Sapi, Target 100 Kurban Idul Adha 1447 H |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Penyaluran-sapi-kurbadan-difokuskdmerintah-pusat.jpg)