Siswa Berpestasi

Shasmecka Nafisa Harjo Diterima di 2 Universitas AS, SMAN 1 Solok Bangga

Shasmecka Nafisa Harjo, siswi kelas XII.F3.1 SMAN 1 Solok, Sumatera Barat, dinyatakan diterima di dua perguruan tinggi di Amerika Serikat

Tayang:
TribunPadang.com/Shasmecka Nafisa Harjo
SISWI BEPRESTASI - Shasmecka Nafisa Harjo, siswi kelas XII.F3.1 SMAN 1 Solok, Sumatera Barat, yang diterima di dua perguruan tinggi di Amerika Serikat. Pihak sekolah menyebut capaian tersebut menjadi bukti siswa daerah mampu bersaing di tingkat global sekaligus diharapkan menginspirasi pelajar lain untuk berani menempuh pendidikan internasional. 

"Kami terus memberikan dukungan penuh. Saat ini ada yang sedang tes di Sydney, ada juga yang lagi tes untuk kuliah di Turki. Semangat internasionalisasi ini sedang tumbuh kuat di sekolah kami," tambahnya.

Langkah Sasi ke Amerika Serikat diharapkan menjadi pembuka jalan bagi rekan-rekannya yang lain. 

Bidang medis dan laboratorium yang dipilih Sasi diprediksi akan menjadi sektor yang sangat krusial di masa depan.

Pihak sekolah berharap, setelah menyelesaikan pendidikannya nanti, Sasi dan siswa lainnya dapat kembali memberikan kontribusi nyata, baik untuk daerah asal maupun untuk kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Kabar ini sekaligus menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kota Solok tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di kota besar lainnya.

Baca juga: 15 Atlet Karate Sumbar Siap Tempur di Kejurnas Bandung, Bidik Dua Emas

"Semoga keberhasilan Sasi menjadi motivasi bagi seluruh adik kelasnya agar tidak takut bermimpi setinggi langit," pungkas Ifnindria.

Diberitakan sebelumnya, impian untuk kembali ke tanah tempat ia menghabiskan masa remaja kini bukan lagi sekadar angan bagi Shasmecka Nafisa Harjo. 

Siswi kelas XII.F3.1 SMAN 1 Solok ini baru saja mencatatkan prestasi membanggakan dengan diterima di dua perguruan tinggi di Amerika Serikat, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan cita-citanya di bidang medis dan laboratorium.

Keputusan untuk menyeberangi samudra demi pendidikan tinggi bukanlah sebuah kebetulan. 

Bagi Shasmecka, Amerika Serikat adalah rumah kedua yang memanggilnya kembali. Ia pernah menetap di negara tersebut selama tujuh tahun, tepatnya saat berusia 9 hingga 16 tahun.

"Keinginan untuk kembali ke Amerika sangat tinggi karena rencana keluarga yang akan pindah dan menetap di sana, tepatnya di Charlotte, North Carolina," ujar Shasmecka saat dihubungi dari Padang, Sabtu (2/5/2026).

Rencana kepindahan tersebut kemudian ia sinkronkan dengan peta jalan akademisnya. Shasmecka memantapkan diri untuk mengincar University of North Carolina Charlotte (UNCC).

Namun, transisi pendidikannya tidaklah mudah. Sekembalinya ke Indonesia, Shasmecka mengaku sempat mengalami culture shock yang cukup hebat akibat perbedaan sistem pembelajaran yang dianggapnya lebih intens dan menuntut ketahanan mental tinggi.

Untuk beradaptasi, ia memacu diri dengan disiplin yang ketat. Selama di SMAN 1 Solok, fokus utamanya tertuju pada mata pelajaran yang linear dengan impian kariernya di dunia medis dan laboratorium, yakni kimia, biologi, matematika lanjut, dan sosiologi.

Kemampuan berbahasa Inggris yang sudah dikuasai sejak lama menjadi modal besar baginya. Kendati demikian, ia tetap menaruh perhatian penuh pada penguasaan materi akademik agar standarnya tetap terjaga di atas angka 80.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved