UIN Imam Bonjol Padang

UIN IB Padang Wisuda 1.001 Lulusan, Rektor Martin Kustati Ingatkan Jangan Jadi 'Beo' Peradaban

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, dalam pidatonyo yang bertajuk Menjadi Imam Mencerah Peradaban menyampaikan pesan

Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
WISUDA UIN IB - Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Gedung Auditorium Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada Sabtu (18/4/2026). Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, dalam pidatonyo yang bertajuk Menjadi Imam Mencerah Peradaban menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan. 
Ringkasan Berita:
  • Rektor UIN IB Padang minta lulusan tak jadi “beo” saat wisuda ke-95
  • Pesan keras disampaikan di hadapan 1.001 wisudawan di Sungai Bangek
  • Lulusan diminta tak sekadar meniru, tapi berperan di tengah perubahan
  • Soroti tantangan disrupsi teknologi dan pentingnya inovasi berbasis nilai
  • Ingatkan peran orang tua dan tanggung jawab lulusan setelah wisuda

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Gedung Auditorium Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pada Sabtu (18/4/2026).

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, dalam pidatonyo yang bertajuk Menjadi Imam Mencerah Peradaban menyampaikan pesan mendalam bagi para lulusan.

"Hari ini, anak-anakku secara resmi mengenakan mahkota keilmuan dan kebesaran toga di bawah lengkung langit peradaban yang terus berputar cepat," ujarnya.

Diketahui sebanyak 1.001 wisudawan resmi menyandang gelar baru dalam prosesi Wisuda ke-95 yang digelar megah di kampus yang terletak di Sungai Bangek tersebut.

Pada hari pertama sebanyak 491 wisudawan mengikuti prosesi yang rinciannya terdiri dari Pascasarjana sebanyak 143 orang, Fakultas Adab dan Humaniora 79 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 35 orang, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan jumlah terbanyak yakni 234 orang.

Baca juga: Diresmikan Mendikdasmen, Ruang Kelas Darurat SDN 05 Batang Anai Panas, Kepsek: Air Masuk Kalau Hujan

Dalam pidatonya, Rektor menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih bukanlah sekadar piala kemenangan pribadi.

Ia mengingatkan para wisudawan untuk menoleh dan menatap wajah orang tua yang hadir, sebagai sosok yang paling berjasa di balik keberhasilan mereka.

"Gelar ini adalah buah dari lantunan doa-doa panjang ibunda di sepertiga malam dan kristalisasi keringat ayahanda yang tak pernah menyerah pada kejamnya kehidupan," ungkap Martin.

Menurut Martin, ijazah yang diterima para lulusan hari ini bukan hanya sekadar kertas tanda kelulusan, melainkan sebuah mandat besar dari peradaban.

Rektor menegaskan bahwa menjadi Imam tidak hanya berarti memimpin di dalam masjid, tetapi menjadi jantung yang memompa moralitas dan nalar kritis ke seluruh urat nadi masyarakat.

Baca juga: Korban Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat Pulih, Dinkes Pastikan Semua Pasien Sudah Pulang

"Jangan pernah sudi menjadi 'beo' yang hanya mahir meniru narasi bangsa lain tanpa proses kurasi yang kritis," tegasnya.

Selain aspek intelektual, Rektor juga menyoroti tantangan disrupsi teknologi yang akan dihadapi para lulusan di luar kampus.

Ia berpesan agar inovasi yang diciptakan nantinya harus mampu menjahit kecerdasan sains buatan (AI) dengan keluhuran nilai-nilai profetik.

Tak lupa, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga akhlakul karimah sebagai pengikat dari segala gagasan dan inovasi yang futuristik. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved