Harga Telur

Harga Telur Ayam Ras di Pasar Raya Padang Stabil, Pedagang Prediksi Lonjakan Pasca Lebaran

Memasuki pekan keempat Maret, harga telur ayam ras di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, terpantau masih berada di angka stabil

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HARGA TELUR: Memasuki pekan keempat Maret, harga telur ayam ras di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, terpantau masih berada di angka stabil pada Minggu (22/3/2026). Telur ayam ras dengan ukuran standar, saat ini ia menjualnya dengan harga Rp1.800 per butir. 

Ringkasan Berita:
  • Harga telur ayam di Pasar Raya Padang stabil Rp1.800 per butir.
  • Pedagang memprediksi lonjakan harga terjadi pasca Lebaran.
  • Stok telur masih mencukupi kebutuhan harian warga.
  • Pembeli memanfaatkan harga stabil untuk kebutuhan dapur dan produksi kue.
  • Pedagang berharap pasokan dari peternak tetap lancar agar harga tidak naik drastis.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Memasuki pekan keempat Maret, harga telur ayam ras di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat, terpantau masih berada di angka stabil pada Minggu (22/3/2026).

Menariknya, para pedagang memprediksi kenaikan harga yang signifikan justru akan terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri (siap raya).

Pantauan di lokasi pasar, aktivitas transaksi telur ayam masih berjalan normal dengan pasokan yang mencukupi kebutuhan harian warga.

Salah satu pedagang telur di Pasar Raya, Andrian, menuturkan bahwa harga yang ia tetapkan saat ini masih relatif stabil.

Menurut Andrian, untuk telur ayam ras dengan ukuran standar, saat ini ia menjualnya dengan harga Rp1.800 per butir.

Baca juga: Disnakertrans Sumbar Awasi Ketat Pembayaran THR, Perusahaan Nakal Terancam Sanksi Penutupan Usaha

Sementara itu, untuk telur dengan ukuran yang lebih besar atau jumbo, harganya dipatok sedikit lebih tinggi, yakni Rp1.900 per butir.

Andrian menyebutkan bahwa hingga hari ini, tingkat penjualan telur di lapaknya masih berjalan dengan sangat stabil.

Ia menilai bahwa masyarakat saat ini masih memiliki daya beli yang baik karena harga per butir yang ditawarkan masih dianggap normal oleh para pelanggan.

Namun, menariknya, Andrian memiliki pandangan tersendiri mengenai tren harga ke depannya bagi para konsumen.

"Penjualan sejauh ini masih stabil. Namun, prediksi kita justru kenaikan harga akan terjadi setelah Lebaran atau istilahnya 'siap raya,”ujar andrian.

Baca juga: Gubernur Sumbar Minta Daerah Dilibatkan Langsung Percepat Rehabilitasi Pascabencana

Senada dengan Andrian, pedagang lainnya di Pasar Raya, yakni Herman, membenarkan prediksi adanya lonjakan harga setelah perayaan hari besar berakhir.

Menurut  Herman, hal ini biasanya terjadi karena faktor distribusi dari peternak yang terganggu saat periode libur panjang Lebaran.

"Seringnya begitu, saat peternak libur, stok menipis, sehingga harga satuan bisa merangkak naik setelah hari raya selesai," tambah Herman.

Di sisi lain, para pembeli pun menanggapi kondisi harga yang stabil ini dengan perasaan lega saat berbelanja.

Santi, seorang pembeli asal Padang, mengaku senang karena harga Rp1.800 per butir masih sangat membantu untuk keperluan dapur rumah tangganya.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Minta Pusat Kucurkan Rp21,4 Triliun, Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumbar

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved