Konflik Timur Tengah

Gubernur Sumbar Sebut Indonesia Cinta Damai, Harap Presiden Prabowo Tegas Sikapi Perang Amerika-Iran

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, melontarkan pernyataan  terkait memanasnya konflik di Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
GUBERNUR SUMBAR - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026). Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terkait kepulangan 2.500 jemaah umrah asal Sumbar di tengah memanasnya situasi Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Mahyeldi minta Prabowo tegas sikapi perang Iran di forum internasional.
  • Ia dorong Indonesia tunjukkan sikap resmi sebagai negara yang menolak peperangan.
  • Konflik Iran disebut berpotensi berdampak pada jemaah umrah Indonesia.
  • Penutupan Selat Hormuz dinilai mengancam pasokan minyak nasional.
  • Pemprov Sumbar mulai bahas langkah antisipasi dampak global.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, melontarkan pernyataan  terkait memanasnya konflik di Timur Tengah.

Mahyeldi sebut Indonesia bangsa cinta damai sekaligus meminta Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan Indonesia dalam menolak peperangan yang dipicu oleh Amerika Serikat.

Mahyeldi menyayangkan pecahnya perang yang dinilainya justru diawali oleh Amerika Serikat, meski selama ini mengusung misi perdamaian dunia.

“Kita sesalkan adalah Amerika dengan Board of Peace (BoP)-nya. Namanya peace, perdamaian. Tapi Amerika pula yang mengawali perang ini,” ujarnya saat di konfirmasi TribunPadang.com, Selasa (3/3/2026).

Menurut Mahyeldi, tindakan tersebut patut dikecam karena berpotensi memperluas konflik dan menimbulkan dampak global, termasuk bagi Indonesia.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Gubernur Mahyeldi Koordinasikan Kepulangan 2500 Jemaah Umrah Sumbar

“Oleh karena itu kita semua harus mengecam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Amerika ini,” tegasnya.

Ia juga berharap Presiden Indonesia Prabowo dapat menunjukkan sikap tegas di forum internasional sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan menolak peperangan.

“Oleh karena itu Pak Presiden sebagai anggota di sana harus menunjukkan sikap kita sebagai bangsa yang suka perdamaian, anti peperangan,” katanya.

Mahyeldi mengingatkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga berimbas pada sektor lain, termasuk jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci.

Selain itu, ia menyoroti langkah Iran yang disebut telah menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur strategis tersebut dinilai dapat berdampak besar terhadap distribusi minyak dunia.

“Apalagi Selat Hormuz sudah ditutup oleh Iran. Ini juga ancaman. Menteri ESDM sudah menyampaikan jatah minyak kita sekitar 21 hari. Kalau lewat 21 hari itu akan berdampak pada kita,” ungkapnya.

Baca juga: BPKH Pastikan Biaya Haji 2026 Turun, Jemaah Cukup Bayar Rp54,1 Juta, Simak Rincian Terbarunya!

Karena itu, Pemprov Sumbar mulai melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul di daerah.

“Kita tadi malam dengan teman-teman di provinsi sudah mulai mendiskusikan ini, bagaimana untuk mengamankan masyarakat kita. Termasuk jemaah umrah,” tutup Mahyeldi.

Jemaah Umrah Sumbar

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terkait kepulangan sekitar 2.500 jemaah umrah asal Sumbar yang saat ini masih berada di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Mahyeldi menyusul memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada sejumlah penerbangan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved